Bermodal Pakai Foto Ulama di Medsos dan ‘Ngaku’ Punya Ilmu Spiritual, Pria ini Untung Jutaan

312
Pria yang diamankan petugas (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – PS (27) warga asal Kecamatan Paiton, Probolinggo berhasil melakukan penipuan terhadap puluhan orang korban. Ya, dia yang mengaku ulama itu juga bermodus menawarkan jasa ilmu spiritual itu pada para korban.

PS hanya bermodal foto ulama yang didisplay di akun Facebook. Atas tindakannya itu, pria tersebut ditangkap aparat kepolisian di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi pada 31 Agustus 2020.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, kasus ini terungkap usai anggota kepolisian mendapat laporan dari seorang warga Banyuwangi melaporkan dua akun media sosial Facebook yang diduga telah mencemarkan nama baik seorang kiai asal Situbondo.

“Tersangka melakukan penipuan menggunakan dua akun facebook yang sudah dipasang foto profil dua kiai berbeda. Foto kiai tersebut didapat tersangka dari google,” katanya, Sabtu (26/9/2020).

Loading...
Baca Juga  Bawa Ratusan Miras, Pasutri di Surabaya Berurusan dengan Polisi

Dengan akun tersebut, tersangka menawarkan bantuan spiritual ilmu kebatinan, ilmu putih, dana ghaib, jodoh, asmara, serta penglaris usaha.

Terhadap korbannya, tersangka melakukan bujuk rayu hingga korban percaya dengan jasa yang ditawarkan tersangka. Setelah korban percaya, tersangka meminta korbannya untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening tersangka. Setelah berhasil melakukan transaksi, tersangka langsung kabur.

Dari hasil pengungkapan kasus ini, lanjut Kapolresta, sejumlah barang bukti diamankan. Diantaranya, selembar screen shot akun Facebook, 5 lembar screen shot percakapan via WhatsApp, 2 unit handphone, 1 buku rekening ATM BRI, 1 ATM BRI, simcard nomor handphone, dan uang sebesar Rp. 400 ribu. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprak‘Heaven Karaoke n Resto’ Ngagel di Razia, 35 Orang Diamankan
Artikulli tjetërDadakan, Jajaran Polrestabes Surabaya di Tes Swab

Tinggalkan Balasan