Berikut Klarifikasi Anggota DPRD Gresik Soal Keterlibatan Dalam Kasus Pencabulan

2216
Anggota DPRD Gresik Nur Hudi didampingi Tim Advokasi DPD Nasdem Irfan Choiri saat memberikan statemen klarifikasi kepada awak media.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Dituding ikut campur dalam kasus pencabulan yang kini ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Gresik, seorang anggota DPRD Gresik Nur Hudi akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi di hadapan awak media, pada Kamis (14/5/2020).

“Niat saya sebetulnya ingin membantu korban. Makanya saya mendatangi korban dulu. Barangkali untuk masa depannya. Biar nanti saya negokan ke tersangkanya. Jadi sampai saat ini tersangka juga tidak tahu. Memang itu inisiatif saya sendiri,” kata Hudi kepada awak media.

Politisi Partai Nasdem ini pun menyesalkan adanya pemberitaan yang terkesan menyudutkan dirinya. Apalagi adanya pemberitaan yang menyebut dirinya menyuruh korban untuk menggugurkan kandungannya.

“Saya hanya ingin memperjuangkan hak korban dengan memintakan sebidang sawah senilai Rp 500 juta atau 1 miliar kepada tersangka. Tapi niat baik saya menjadi salah paham. Saya dianggap seakan-akan menyuruh menggugurkan kandungan. Itu yang tidak benar,” ungkapnya.

Baca Juga  Gaduh Soal Solar Subsidi di Tuban, Entah Siapa Yang Salah ?

Tim advokasi DPD Partai Nasdem Gresik yang diwakili Irfan Choiri menegaskan, kadernya tidak ada upaya sedikit pun untuk menghalang-halangi atau melakukan intervensi terhadap proses penyidikan kasus pencabulan yang terjadi di wilayah Benjeng, Gresik.

Loading...

“Apa yang diinisiasi oleh saudara Hudi hanya sebatas mencarikan solusi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Dengan tujuan supaya status dari janin yang dikandung oleh korban jelas siapa yang menghamilinya,” paparnya.

Bahkan, lanjut Irfan, upaya mediasi yang dilakukan oleh Hudi sejauh ini dijalankan secara pasif. Karena kadernya memang tidak ditunjuk atau menempatkan diri sebagai penasehat hukum dari kedua belah pihak.

“Sejauh ini Partai Nasdem menjunjung tinggi penegakan hukum atas kasus pencabulan anak. Dan kami juga tidak melakukan intervensi maupun lobi-lobi kepada pihak berwajib yang menangani kasus ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Bupati Bakar Semangat Atlit Bojonegoro, Final Bola Voley GMP Cup 2022

Diketahui, kasus pencabulan yang menyeret nama seorang anggota dewan Gresik ini terjadi di wilayah Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Dengan pelaku bernama Sugianto (50) yang tega menggagahi MD (16) di kandang ayam.

Akibat perbuatan bejat tersebut, kini korban sudah hamil 7 bulan. Lebih mirisnya lagi, pelaku tega menghamili korban ternyata masih pamannya sendiri. Korban yang masih duduk di bangku SMP ini mengaku dicabuli sejak Maret 2019.

“Kami akan memeriksa terlapor. Kalau alat buktinya sudah terkumpul maka tidak menutup kemungkinan status terlapor akan kami tingkatkan sebagai tersangka,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Djoko Supriyanto saat dikonfirmasi wartawan. (*)

Reporter : Azharil Farich

 

Loading...
Artikulli paraprakTingkatkan Gairah dan Bikin Keras, Jamu ‘Kadal Mesir’ Diburu Kaum Pria di Banyuwangi
Artikulli tjetërPrihatin Pasien Corona Meningkat, Adies Kadir Kembali Bantu APD di RS dan Puskesmas

Tinggalkan Balasan