Beras BPNT di Kangean Diduga Mengandung Plastik, ini Penjelasan Dinsos

18
Kepala Dinsos Sumenep, Moh Iksan

SUMENEP, (Kabarjawatimur.com)-
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menyampaikan hasil laboratorium (Lab) terhadap beras dari Bantuan Pangan non Tunai(BPNT) yang diduga mengandung unsur plastik.

Proses uji laboratorium sampel beras BPNT diduga mengandung unsur plastik yang sempat menghebohkan masyarakat Desa Pajan Nangger, Kecamatan Arjasa, pulau Kangean itu memakan waktu cukup lama yakni kurang lebih 20 hari.

Sampel beras tersebut sudah dikirim Dinsos Sumenep kepada Dinas Pertanian Jawa Timur pada 20 januari 2020 dan hasilnya di terima pada, 13 Februari 2020.

Kepala Dinsos Sumenep, Moh Iksan menjelaskan, uji Lab memakan waktu yang cukup lama karena tidak hanya dilakukan di satu tempat atau lembaga.

Baca Juga  Wanita Cantik Dibekuk Dalam Kamar Apartement di Surabaya, Jual Teman Lewat Online
Loading...

“Dalam prosesnya, uji laboratorium itu dilaksanakan di tiga tempat, agar tahu perbandingannya,” ungkapnya, pada Jum’at (14/2/2020) kemarin.

Setelah dilakukan uji Lab, setidaknya ada tiga kesimpulan yang didapat. Pertama, dari segi keamanan dan mutu pangan beras BPNT yang di duga mengandung unsur plastik itu memenuhi persyaratan untuk di konsumsi karena tidak terdetiksi mengandung unsur plastik.

Kesimpulan kedua, beras tersebut dipastikan tidak mengandung aflatoksin, dilansir dari wikipedia. Aflatoksin senyawa dengan toksik yang di kenal mematikan dan Karsinogenik bagi manusia dan hewan.

Kemudian yang ke tiga, sampel beras tersebut termasuk kategori kelas-mutu premium sesuai peraturan Mentri Pertanian (permentan) No 31 tahun 2017.

Baca Juga  IN LOUNGE Pub & Karaoke Kota Madiun Digrebek, Ada Layanan Esek Esek

Reporter. Moh Anwari

Loading...

Tinggalkan Balasan