Beli Motor Tunai Tapi Terdaftar Sebagai Debitur, FIF Gresik ‘Dilabrak’ Sejumlah Warga

28421
Sejumlah warga saat menanyakan persoalan munculnya nama debitur dengan ditemui seorang pegawai FIF Gresik bernama Roni.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kantor Cabang FIF Gresik tiba-tiba didatangi oleh sejumlah warga, pada Kamis (25/6/2020). Mereka datang untuk ‘melabrak’ pihak managemen lantaran namanya terdaftar sebagai debitur. Padahal sebelumnya mereka membeli motor secara tunai di sebuah dealer.

Bahkan dari data yang berhasil dihimpun, ada sekitar 200an warga Gresik yang mengalami nasib seperti itu. Beberapa diantaranya baru menyadari setelah menanyakan soal BPKB yang tidak kunjung diserahkan dalam kurung waktu cukup lama.

“Kami datang ke sini (Kantor FIF Gresik) bersama beberapa orang. Untuk menanyakan kenapa kok sampai terdaftar sebagai debitur di FIF, padahal beli motornya cash. Dan tidak merasa pernah menandatangani kontrak kredit,” ujar Nurul Yatim, Kepala Desa Baron, Kecamatan Dukun, Gresik yang datang mendampingi warganya.

Beberapa hari sebelumnya, lanjut Yatim, pihaknya sudah pernah menemui pihak managemen FIF Gresik namun belum dapat jawaban yang memuaskan. Selang tiga hari kemudian dia kembali datang dengan mengajak beberapa korban yang lain.

“Harapan kami bisa bertemu dengan pimpinan cabangnya. Tapi setelah kami datang ke sini lagi, ternyata hanya ditemui oleh pegawai yang tidak memiliki kewenangan atas persoalan ini,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Gresik ini.

Baca Juga  Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Petrokimia Gresik Bangun 40 Ruang Isolasi

Dia menegaskan, persoalan ini sedianya harus segera diselesaikan. Sebab, warga yang mengalami nasib seperti ini jumlahnya mencapai ratusan. Bisa dibayangkan, berapa miliar nilai kerugiannya bila dihitung secara seksama.

Loading...

“Kami akan koordinasi dengan teman-teman kepala desa untuk mendata warganya yang jadi korban. Tidak menutupkemungkinan bila persoalan ini tidak terselesaikan, kami akan menempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Alia, seorang guru TK yang juga menjadi korban. Dia mengaku baru tahu dirinya sebagai debitur FIF Gresik, saat dia mengajukan kredit ke FIF Lamongan.

“Saya kaget saat mau mengajukan kredit tunai ke FIF Lamongan. Nama saya kok katanya punya tunggakan kredit motor di FIF. Padahal beli motornya cash. Makanya saya baru menyadari kenapa BPKBnya kok belum juga keluar,” katanya.

Baca Juga  Sensasi Es Legendaris Dawet 'Bung' di Banyuwangi Sudah Buka Sejak 1958

Saat dikonfirmasi, perwakilan pihak FIF Gresik Edy Siswoyo mengaku baru mengetahui kedatangan para warga setelah dikabari oleh rekannya. Maklum, dirinya saat ini sedang sakit dan tidak bisa masuk kantor.

“Maaf aku belum masuk, masih sakit di rumah. Iya mas, saya baru tahu sekarang. Tadi sih teman-teman ada yang kabari, ada yang datang ke FIF,” ujar Edy saat dihubungi via pesan whatsapp, Kamis (25/6/2020).

Pria yang menjabat sebagai Head Of Remidial di FIF Gresik ini berkata ingin secepatnya mengetahui oknum di balik persoalan ini. Sehingga pihaknya bisa melakukan tindakan untuk menyelesaikan kasus ini.

“Saya bagian kredit mas, kalau proses itu bagian kredit dan sekarang lagi kita laporkan ke Polres untuk cari tahu siapa di balik itu semua. Itu sudah kita laporkan 3 bulan yang lalu dan sekarang masih proses penyelidikan dan penyidikan,” katanya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan