BEKRAF Lakukan Bimbingan Pelaku UKM Soal Pelaporan Keuangan Akses Perbankan

19

SURABAYA (kabarjawatimur.com) –
Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) permudah pelaku Usaha Kecil dan Menegah (UKM) menerapkan pencatatan serta laporan keuangan berbasis digital aplikasi akuntansi sederhana smartphone.

Sebanyak 100 pelaku UKM dari berbagai jenis usaha diberikan materi toolkit (petunjuk,red) cara pengisian laporan secara kontinuitas dan berkala lewat panduan trainer professional aplikasi online ‘akuntansi UKM’.

“Tujuan kegiatan ini memilih sasaran target bagi pelaku UKM sadar dan paham mengelola pembukuan keuangan, termasuk pendapatan dan rincian pengeluaran hingga omzet usaha untuk turut andil terbiasa mengakses perbankan dengan mudah,” ujar Direktur Akses Perbankan, Restog K.Kusuma, Selasa (22/08/2017) di ruang pertemuan kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim I lantai 8, Surabaya.

Restog menambahkan selain bimbingan asistensi pembuatan laporan keuangan UKM, peserta asistensi pelatihan keuangan UKM juga mendapat pemahaman perbankan syariah. Termasuk juga SPT pelaporan pajak ketika capai omzet per tahun Rp 4,8Milyar yang terangkum lewat aplikasi akuntansi UKM.

Restog merinci, dari jumlah 15 juta pelaku UKM di Indonesia sekitar 90 persen berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif. Dan yang sadar melakukan penerapan catatan laporan keuangan masih di angka 5 persen dengan penghasilan Rp 3 Milyar baru disebut Usaha Menengah, kalau penghasilan dibawahnya masih kategori pengusaha kecil.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

“Sebenarnya sebagian besar kendala UKM adalah pemasaran dan permodalan. Itulah alasan diadakan kegiatan edukasi asistensi pelaporan keuangan ini segera kami tindaklanjuti dengan klasifikasikan kemampuan usaha untuk dapat mendorong gerakan menumbuhkembangkan usaha kreatif bisa terakses perbankan,” jelasnya.

Restog juga menyebutkan ada 12 perbankan syariah dan ada 10 bank konvensional sudah melakukan kerjasama dengan BEKRAF. Dan yang sudah MOU sekitar 4 bank, yakni BNI syariah, Bank Syariah Mandiri dan BRI Syariah dan BRI konvensional untuk memperbesar akses permodalan kepada pelaku UKM.

Loading...

Sementara dijelaskan soal pelaporan pajak bagi pelaku UKM, Kepala kanwil DJP jatim I, Estu Budiarto menambahkan untuk kontribusi pajak usaha kecil dan menengah (UKM) di Surabaya masih kecil. Untuk itu, BEKRAF berusaha kolaborasi memberikan kemudahan dalam penghitungan pajak bagi pelaku UKM.

Terutama, lanjut Estu menstabilkan soal laporan keuangan dapat tertata sesuai dengan porsi setoran yang nantinya untuk dilaporkan pelaku UKM yang kena pajak, minimal beromzet Rp 4,5 miliar/tahun.

“Kalau pajak kan aturannya sudah jelas, kalau UMKM sudah ada kemudahan dalam bentuk pph final dari omzet. Maka SPT wajib dilaporkan,” tandasnya.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Bojonegoro Gelar Seminar Politik Bagi Pemilih Pemula

Dalam kegiatan juga dibuka ruang tanya jawab langsung yang dipandu Khusnaini, trainer aplikasi akuntansi UKM Money Manager.

Kesempatan itu mengajarkan pembukuan dengan aplikasi Android pada smartphone. Aplikasi ini mudah diperoleh pada Google Play Store dan digunakan pada smartphone. “Yang kami berikan adalah materi cara membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi umum,” ujarnya, termasuk cara kepemilikan usaha dan mengelola keuangan dengan baik dan terarah sesuai basic usaha yang dijalankan UKM.

Aplikasi akuntansi UKM juga sekaligus sebagai sarana edukasi history record mengembangkan, mengajarkan dan mengakses perbankan dengan mudah.

“Sehingga cukup mencatat omzetnya tidak terlalu detil seperti wajib pajak perusahaan skala besar,” imbuh Estu.

Disela kegiatan juga dihadiri anggota komisi X DPR RI, Arzeti Bilbina Setyawan yang memberikan motivasi pada UKM agar terus berkreasi dan memunculkan ide kreatif sehingga bisa terus bersaing menuju ekonomi global mandiri menciptakan usaha kreatif dalam negeri.

“Mereka harus jadi enterprenuer sejati di industri kreatif, sehingga perlu ada bimbingan seperti ini. Sehingga bagaimana pelaku bisa menjalankan produk mereka dengan mengetahui manajemen dan perekonomian mereka bagi pelaku sendiri,” tuturnya.

Reporter :Kristiana
Editor :Budi
Publisher :Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakMeriahkan HUT RI, Paguyuban Desa Ponco Gelar Hiburan Rakyat
Artikulli tjetërNgecor Tanggul, Pekerja Tewas Tertimpa Truk Molen

Tinggalkan Balasan