Begini Rumitnya Persyaratan Ijin Adopsi Anak

92

SIDOARJO, (Kabarjawatimur.com) – Anak merupakan anugerah yang diberikan tuhan untuk dijaga dan dirawat. Kehadiran mereka, memberikan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Meski demikian, tidak semua pasangan suami istri (pasutri) beruntung memiliki keturunan. Salah satu solusinya, mungkin adalah adopsi. Namun ternyata regulasi adopsi bagi Warga Negara Indonesia (WNI) tidaklah mudah.

Diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo Provinsi Jawa Timur Dwi Antini, sedikitnya ada delapan syarat yang wajib dipenuhi dalam proses pengajuan adopsi anak.

“Kami memiliki kewenangan untuk memberikan ijin adopsi secara legal tanpa dipungut biaya. Namun ada sejumlah persyaratan yang idealnya dipenuhi calon orangtua angkat,” jelasnya, pada Jum’at (18/10/2019) ditemui di kantornya.

Yang pertama, katanya, adalah suami istri pemohon adopsi harus sudah menikah minimal lima tahun.

Baca Juga  Basis Narkoba Kunti Digrebek, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti

“Lalu keduanya berusia 30-55 tahun dan seagama dengan calon anak angkat. Nah, soal agama anak, ini akan disesuaikan dengan agama mayoritas di wilayah di mana anak ditemukan. Misalnya anak ditemukan di Bali, otomatis dia diputuskan beragama hindu,” kata Bu Dwi.

Persyaratan yang lain adalah salah satu antara suami atau istri dinyatakan oleh dokter ahli kecil kemungkinannya atau bahkan tidak dapat memberikan keturunan.

Loading...

“Selanjutnya pasutri juga diketahui belum memiliki anak atau sudah mempunyai seorang anak tetapi ingin memiliki/mengangkat anak lagi,” Bebernya.

Pasangan pemohon, tambahnya, juga harus datang ke kantor -UPT PPSA- dan mengisi blanko permohonan ijin adopsi kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang ditempel materai dengan dilampirkan surat-surat.

“Adapun surat-suratnya yaitu fotocopy KTP suami istri, KSK, akte suami istri, akte nikah, surat keterangan sehat, surat keterangan dari dokter ahli kandungan, surat keterangan penghasilan/slip gaji/surat mampu secara ekonomi, SKCK, surat pernyataan suami istri tentang maksud pengangkatan anak semata-mata demi kepentingan dan kesejahteraan anak, pas foto suami istri 4×6 masing-masing satu lembar,” Papar Bu Dwi.

Baca Juga  Mendag: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga

Selain itu, yang terakhir diperlukan juga untuk kelengkapan data anak seperti surat keterangan kelahiran, surat perjanjian penyerahan anak dari orangtua kandung kepada orangtua angkat serta KTP orangtua kandung bila ada.

“Dan juga harus ada surat keterangan sehat jiwa dari dokter. Kenapa begitu rumit? Karena mereka (anak-anak) bukan barang. Adopsi adalah komitmen menjadikan anak sebagai anggota keluarga dan bagaimana membahagiakan mereka,” tegas dia.

Reporter: Viane Cara

Loading...
Berita sebelumyaSoal OTT Pungli di Pasar Blega, Ini Kata Ahli Hukum
Berita berikutnyaDalam Lapangan Bola, Dua Pria ini Diamankan Polres Tanjung Perak

Tinggalkan Balasan