Bea Cukai Tanjung Perak Musnahkan Ribuan Miras Ilegal

40

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Kepala KPPBC TMP Tanjung Perak Efrizal memimpin pemusnahan barang bukti hasil tegahan karena terkena ketentuan larangan atau pembatasan bidang impor, sehingga status atas barang tersebut ditetapkan sebagai BDN (Barang Dikuasai Negara).

Pemusnahan BDN tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi penegak hukum, diantaranya Farriman Isandi Siregar mewakili Kejari Tanjungk Perak, Kompol Yanuar Herlambang Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Beny HS Kodim 0830 Surabaya, Decy Arifinsjah Kakanwil DJBC Jatim I, Andreas Jaya H Balai Besar POM Surabaya, W. Handoyo dari KPKNL Surabaya, dan Noor Hidayah dari Balai Karantina Pertanian Surabaya.

Pada sambutannya, Efrizal menyampaikan, bahwa di TPP (Tempat Penimbunan Pabean) PT. Primamas Segera Unggul terdapat BDN yang merupakan barang tegahan yang tidak diselesaikan oleh pemiliknya dalam jangka 30 hari sejak ditimbun. “Jadi sebenarnya ada barang yang bisa dilelang dan ada yang tidak bisa dilelang. Nah, yang tidak dapat dilelang tersebut ini kita musnahkan,” ungkapnya, kepada kabarjawatimur.com,Rabu (14/09/2016).

Loading...
Baca Juga  Maling Beras Nyonyor, Motor Ditendang Warga

Efrizal menambahkan, barang-barang yang telah diamankan tersebut merupakan barang yang dimasukkan ke wilayah Indonesia dengan modus menyelipkannya bersama barang yang lain. “Seperti miras jenis Soju, itu sebenarnya kan hanya perusahaan tertentu yang ditunjuk serta memiliki perijinan yang lengkap yang boleh mengirimnya. Itupun ada kuotanya,” jelasnya.

Dari hasil tegahan barang terkena ketentuan atau pembatasan tersebut, barang yang dimusnahkan berupa 300 karton berisi 40 botol dengan total 12.000 botol MMEA jenis Soju isi 360 ml. Nilai barang total mencapai Rp. 324.000.000, dengan total kerugian negara akibat Soju senilai Rp. 562.950.000.

Dan 2.174 botol MMEA (1.990 botol isi dan 184 botol kosong). Nilai barang diperkirakan mencapai Rp. 4.532.000 dengan total kerugian negara senilai Rp. 78.527.650, 5 bundel kain, 50 karton kecil obat dan makanan bernagai merk, 6 bundel pamflet atau selebaran buku, 40 pcs Roasted Beef Noodle, dan 40 Kg Food Saver JJ (Food Additive). Total nilai barang Rp. 500.000 dengan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 155.650

Baca Juga  Komisi D Segera Sidak dan Panggil PT PMP

Serta 7 dus mainan plastik, 2 dus album kecil, 10 dus kaset vcd, 35 pairs sepatu dan sandal anak dan dewasa, 59 dus buku pelajaran anak-anak, 35 dus hiasan pohon Natal dan lain-lain. Total nilai barang diperkirakan mencapai Rp. 15.000.000 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp. 4.406.250.

Reporter ; Ekoyono, Editor. : Rusdi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakWali Kota Malang Kunjungi Korban Kebakaran
Artikulli tjetërIsap Sabu Tukang Las Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan