Bea Cukai Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkotika

18

SIDOARJO (kabarjawatimur.com),- Selama bulan Januari 2017, Bea Cukai Juanda telah berhasil menggagalkan tiga kali berturut-turut upaya penyelundupan Narkotika Golongan I jenis Methamphetamine (Shabu) ke Indonesia. Semakin banyaknya pengguna narkoba di Indonesia menjadi alasan kuat bagi Direktorat Jenderai Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Juanda untuk memperketat pengawasan terhadap masuknya barang-barang terlarang ini sebagai prioritas utama.

Seiring perintah Presiden Republik Indonesia kepada seluruh institusi yang berkaitan dengan pemberantasan narkoba untuk Iebih gencar, lebih berani, komprehensif dan terpadu, maka Direktorat Jenderai Bea dan Cukai bergerak bersamasama instansi Iain segera menindakianjuti dan tidak pernah Iengah terhadap pengawasan akan masuknya barang terIarang ini.

Penindakan pertama 14 Januari 2017, menyembunyikan shabu dengan cara dimasukan kedalam pembalut yang dikenakannya.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala

Penindakan kedua 21 Januari 2017, menyembunyikan shabu dengan cara dibungkus alumunium foil yang kemudian dimasukan di kotak HP.

Loading...

Penindakan ketiga 29 Januari 2017, menyembunyikan shabu kedalam gagang koper. Lokasi penyidakan di Terminal 2 kedatangan bandara Internasional Juanda.

Dengan ancaman hukuman Methamphetamine (Shabu) berdasarkan UU No. 35 TaLun 2009 tentang Narkotika merupakan Narkotika Golongan l. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai Pasal 113 ayat 1 den 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca Juga  Dalam Rumah Tambak Asri, Polisi Temukan Belasan Poket Narkotika

Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan Pasal 102 bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan barang impor dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedlkit Rp. 50.000.000,dan paling banyak Rp. 5.000.000.000,-.

Reporter: Dona
Editor : Budi
Publisher : Agus

Loading...
Artikulli paraprakCipkon Amankan Pemuda Teler
Artikulli tjetërSampang, Bantuan Sapi Di Buat Ajang Bancakan.

Tinggalkan Balasan