Stok BBM: Bertahap dilakukan peralihan penggunaan premium ke pertalite karna faktor kebutuhan efisiensi konsumsi masyarakat

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Berdasarkan kebutuhan permintaan konsumen meningkat dan mendominasi jenis BBM Pertalite yang mencapai 4.917kl (Pertalite) per hari di Jawatimur, Pertamina prediksi akhir tahun depan premium tersisa 10%.

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang mengungkapkan saat peresmian pertamax turbo digelar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2016 bahwa beralihnya permintaan bbm jenis premium ke pertalite ditinjau berdasar aspek efisiensi kebutuhan.

“Jika dihitung efisiensi 10%, BBM jenis pertalite ini bertahap bergeser lebih diminati konsumen. Terbukti, edukasi ini dipahami antara pihak pengusaha juga diuntungkan secara bisnis, itu konsepnya karna lebih efisien. Dimana premium saat ini stoknya dibawah 50% sampai akhir tahun,” jelasnya, Senin (03/10/2016).

Baca Juga  Pria yang Sempat Cuci Kaki, Kuras Kotal Amal Masjid Roudlotul Ulum

Lebih lanjut Bambang mencontohkan pada penerapan konversi minyak tanah ke elpigi sebelumnya. Begitu juga jenis BBM Gasolin lain seperti pertamax plus akan segera digantikan ke pertamax turbo.

Loading...

“Kebutuhan BBM terjadi kenaikan pasokan sekitar 2,7kl – 3,5kl/hari per SPBU. Secara nasional kebutuhan bbm pertalite sudah mencapai 30.000Kl/30 juta liter per hari, naik 10 kali lipat sejak Januari 2016 hanya 3000Kl seluruh Indonesia,” bebernya. Sedangkan jenis bbm Pertamax 8700Kl/hari naik 23.000Kl, dan Pertamax Turbo baru 300Kl/hari.

Upaya beralihnya perubahan penggunaan BBM Gasolin ini dikuatkan General Manager Marketing Operation Region V, Ageng Giriyono membeberkan kebutuhan BBM Gasolin di Jawa timur terealisasi sekitar 3.923kl (Premium) per hari, 4.917Kl (Pertalite) per hari, untuk Pertamax mencapai 2.753Kl per hari dan 105Kl (pertamax plus).

Baca Juga  Swab dan Vaksin Hunter Digelar Serentak di 31 Kecamatan

“Kalau ditotal jumlah share terhadap nasional, untuk Jatim berkontribusi 33% (premium), 42%(pertalite), 24% (pertamax) dan 1% (pertamax plus) selama periode berkala sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Penulis : Jefri Yulianto
Editor : Budi
Publisher: Gunawan

Loading...
Berita sebelumyaBI Komitmen Dukung Penguatan Regulasi dan Monitoring TPID Jatim Lewat IT
Berita berikutnyaWalikota Malang Serahkan Alsintan

Tinggalkan Balasan