Bayar Denda 52 Ribu, Ratusan Warga di Surabaya Terjaring Razia Masker

1449
Ratusan warga yang terjaring razia

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19, bersama Forkopimda Jatim, Rabu (16/9/2020) menggelar operasi Yustisi guna menjaring pelanggar atau masyarakat yang tak patuh kesehatan.

Kegiatan ini secara langsung dilepaskan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran M.Si, didampingi pejabat Utama dan Kabid humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, serta Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah dan Sekda Prov Jatim, Heru Tjahjono di Mapolrestabes Surabaya.

Operasi ini dilakukan secara serentak diseruluh kawasan Kota Surabaya, yang dibagi menjadi tiga tim. Untuk tim 1, bergerak di kawasan Surabaya Barat – Utara. Tim 2, di kawasan Surabaya Selatan, dan Tim 3, di kawasan Surabaya Timur.

Baca Juga  Saiful Mudafar: Saya Ambil dari Bangkalan

Hasilnya ratusan warga Surabaya terjaring razia yustisi oleh tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19. Selanjutnya para pelanggar di kenakan tilang KTP dan dibawa ke Taman Bungkul Surabaya, untuk dilakukan penegakan hukum protoko kesehatan.

Loading...

Di tempat tersebut sudah di siapkan tempat sidang yang dilengkapi dengan Hakim dan panitera, selanjutnya pelanggar dapat membayar denda di loket pembayaran yang telah di sediakan. Untuk pelanggar yang tidak mengenakan masker.

Pelanggar Masker itu diharuskan membayar denda sebesar 52 ribu rupiah, dengan rincian 50 ribu rupiah untuk denda pelanggaran, dan 2 ribu rupiah untuk biaya perkara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk patuh dari berbagai regulasi.

Baca Juga  Curi Tabung Elpiji, Dua Pemuda Gresik Digebuki Massa

“Mengajak masyarakat patuh untuk kebaikan kita semua, untuk kesehatan kita, perlindungan kita, keamanan kita, dan semuanya,” katanya.

Guna menciptakan semuanya, penegakan itu dilakukan antara lain melalui operasi yustisi dan harapannya kepatuhan dari seluruh elemen masyarakat semakin meningkat.

Dengan operasi Yustisi tersebut, harapannya kesehatan juga semakin meningkat, dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dengan cara antara lain, menggunakan masker dan physical distancing serta tidak bergerombol.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan