Bawaslu Jember: Camat Tanggul Langgar Netralitas

26
Muhammad Ghozali saat menjalani pemeriksaan di Bawaslu Jember

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Camat Tanggul Muhammad Ghozali yang terekam dalam sebuah video menyuruh nenek difabel mengucap ‘salam dua periode’, dinyatakan sebagai pelanggaran oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember.

“Telah memenuhi unsur-unsur pelanggaran netralitas pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), dan patut diduga pelanggaran hukum lainnya,” tegas Ketua Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka.

Bawaslu merilis keterangan resmi secara tertulis berdasarkan hasil rapat pleno yang digelar pada Kamis, 27 Pebruari 2020.

Saat ini juga Bawaslu meneruskan keputusan pelanggaran netralitas Ghozali itu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan.

Thobrony menjelaskan, berdasarkan Pasal 4 ayat (1) huruf b dalam Peraturan Bawaslu nomor 6 tahun 2018, netralitas berlangsung sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.

Muhammad Ghozali terbukti telah melanggar Pasal 4 ayat (2) dalam beleid tersebut. Sehingga, akan dikenai sanksi atas tindakannya.

Baca Juga  Ingat, Operasi Patuh Semeru 2022, Ada Puluhan Kendaraan Tilang ETLE Mobile

Bawaslu memaparkan kronologis kasus, yakni bermula dari pemberian bantuan kursi roda oleh Dinas Sosial Jember kepada nenek penyandang difabel, warga Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul pada Kamis, 13 Pebruari 2020.

Loading...

Ghozali menyuruh si nenek mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember dan ditutup dengan pernyataan ‘salam dua periode’.

Peristiwa itu terekam kamera ponsel dan tersebar luas hingga sampai ke Bawaslu pada Jum’at, 14 Pebruari 2020.

Bawaslu melakukan investigasi selama 7 hari hingga Kamis, 20 Pebruari 2020. Atas bukti dan keterangan yang ada, meningkatkan status kasusnya dari informasi menjadi temuan.

Bawaslu menindaklanjutinya dengan memeriksa para pihak terkait. Terutama yang terekam dalam video, yakni Ghozali dan Kepala Desa Kramat Sukoharjo Dwi Siswanto.

Baca Juga  Relawan Muda Tim 7 Satu Sikap 2024 Bersama Jokowi

Hasil pemeriksaan dan pengkajian atas bukti yang ada, kata Thobrony menunjukkan Ghozali telah melanggar ketentuan netralitas sebagai ASN.

“Sedangkan Kades Kramat Sukoharjo tidak turut melanggar karena tidak mengucap apapun di video itu,” sebut Thobrony.

Keputusan Bawaslu juga telah diberitahukan kepada Bupati Jember selaku pejabat pembina kepegawaian.

Sementara itu Bupati Faida saat dihubungi awak media tidak menjawab permintaan klarifikasi untuk menanggapi keputusan Bawaslu. Pesan kepadanya pun belum dibalas.

Demikian halnya dengan Ghozali yang juga menolak berkomentar terhadap akhir dari kasus yang membelitnya.

Berkali-kali ditelepon, mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Jember ini masih mengabaikannya. (*)

Reporter: Rio Christiawan

Loading...
Artikulli paraprakPria di Sampang Meringis Didepan Polisi
Artikulli tjetërPuskesmas Yosomulyo-Banyuwangi Ludes Terbakar

Tinggalkan Balasan