Bawa Puluhan Ribu Obat, Mengaku Suruhan Orang Dalam Lapas

36
Dua pelaku pembawa puluhan ribu pil koplo.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Berhenti di lampu merah dibekuk polisi, yang dibawa dua pemuda ini mengejutkan saat diamankan unit Reskrim Polsek Bubutan Surabaya. Mereka diketahui melanggar hukum dengan mengedarkan obat keras terlarang.

Dua tersangkanya, Putra Deni Pratama (23) dan Rooland Jimmy Falaq (28) keduanya warga Jalan Raden Wijaya, Gedangan Sidoarjo;

Pada, Senin 23 Agustus 2021 lalu sekira pukul 16.00 WIB, Anggota Reskrim Polsek Bubutan mendapat informasi dari warga masyarakat, bahwa ada 2 orang laki-laki sedang mengambil dan membawa kotak paketan.

Dugaannya, didalam kardus itu berisi obat keras bentuk pil, yang dibawa dan melintas di Jalan Maspati Surabaya. Mendengar informasi tersebut anggota langsung berangkat menuju lokasi.

Ternyata benar ada 2 orang laki-laki sedang berboncengan dengan menggunakan 1 unit sepeda motor Honda beat hitam nopol W-2760-NK.

Baca Juga  Biasa Beraksi di Merr juga Kenjeran Surabaya, Dua Begal Dibekuk

“Pada saat diikuti, kedua orang laki-laki tersebut melaju dengan sangat cepat, bahkan lampu traffick Light selalu diterabas walau menyala merah,” kata AKP Olloan Manulang, Kanit Reskrim Polsek Bubutan, Jumat (27/8/2021).

Pada saat kendaraan keduanya berada di Traffic light Jalan A.Yani Surabaya, kedua orang laki-laki tersebut berhenti karena lampu merah dan jalanan sedang ramai.

Loading...

Saat itu juga dilakukanlah penggeledahan terhadap kedua orang laki-laki tersebut, dan mereka mengaku bahwa paketan kotak yang dibawa tersebut berisi beberapa obat keras jenis pil koplo berlogo Y.

“Pengakuannya, mereka berdua mengaku telah disuruh oleh seseorang yang dikenal bernama Bajol dan sekarang sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Madiun,” tambah AKP Olloan.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Keduanya juga diperintah untuk mengedarkan ke orang-orang yang dikenal sesuai petunjuk dari saudara Bajol.

Setelah dihitung, paketan kerdus itu berisi 32 botol plastik warna putih, masing-masing botol berisi 954 butir pil berlogo Y, dengan total keseluruhan pil sebanyak 30.528 butir.

Selain pil koplo Y, disita pula, 3 unit HP, 1 lembar resi pengiriman dari Ekspedisi dan 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hitam nopol W-2760-NK beserta kunci kontak dan STNKnya.

Keduanya kini mendekam dalam penjara karena melanggar terkait sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 dan atau Pasal 197 UU R.I No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(*)

Reporter : Eko

 

Loading...
Artikulli paraprak19 Taruna AAL Ikuti Asian Law Students’ Association English Contest
Artikulli tjetërSIG Gelontorkan CSR Pendidikan dan Ibadah Senilai Rp 1,36 M di Situbondo dan Bondowoso

Tinggalkan Balasan