Pelaku penyalahgunaan narkoba yang diamankan sebagai kurir.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)- Himpitan ekonomi dalam massa Pandemi Covid, wanita dengan dua anak ini nekat menjadi kurir barang haram narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional.

Dalam sekali kirim barang, narkotika yang dibawanya sekitar 5 kilogram sekali kirim. Begitu pula saat ia diamankan oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Wanita yang mengaku bernama Dina ini menjadi kurir karena sulitnya mendapatkan uang dalam massa pendemi ini. Sedangkan uang itu sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ibu dua anak ini juga mengatakan butuh uang untuk biaya anak kuliah. “Anak saya dua usia 19 dan 20 tahun, uangnya untuk biaya kuliah,” aku pelaku Dina saat ditanya petugas.

Dina ikut diperkan oleh Satresnakoba Polrestabes Surabaya bersama ratusan pelaku lainnya dalam ungkap kasus Tumpas Semeru 2021 yang digelar selama 12 hari, Jumat (24/9/2021) lalu.

[related_post]

Saat itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Guanawan bersama pejabat terkait memimpin pemusnahan barang bukti diantaranya 39 kilo lebih sabu dengan cara dibakar.

Baca Juga  Atlet PON Jatim Dikarantina

Gelaran operasi itu dimulai sejak 01 September hingga 12 september 2021, selama 12 hari saja ada 120 orang yang diamankan mulai dari pemakai, pengedar hingga kurir dari bandar.

Total keseluruhan 90 kasus, 30 kasus diantaranya target operasi (TO) dan 60 kasus non TO. Dari 120 tersangka ini, laki-laki 117 orang, perempuan 3 tersangka.

Loading...

Total barang bukti hasil Tumpas Semeru berupa, Sabu 652,94 gram, Ganja 45,9 gram, Ektasi 10,5 butir, Pil LL 50.438 butir.

Sementara, total jumlah barang bukti yang dimusnagkan keseluruhan, Sabu 39 kilo 373,75 gram, Ganja 2 kilo 479,73 gram, Happy five 400 butir, Pil koplo LL 39.000 butir.

“Operasi ini dilaksanakan selama 12 hari khususnya wilayah hukum Polrestabes Surabaya, menjerat 120 orang penyalahgunaan narkoba. Saat ini dalam proses penyidikan Satarkoba Polrestabes Surabaya,” kata Kombes Pol Yusep, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga  Kerap Buat Konten, Sebabkan Ibu ini Tewas Ditangan Suami

Tambah Kapolrestabes, dari barang bukti yang akan dimusnakan, nampak betapa banyaknya peredaran dan penyalahgunaan daripada narkoba di kota Surabaya ini.

“Kami menghimbau, mari kita bersama-sama untuk dapat menangani penyalahgunaan narkoba ini dengan melibatkan semua pihak dan bapak Kapolda dalam waktu dekat ini menghidupkan fungsi Direktorat Narkoba dan jajarannya akan memaksimalkan program zero narkoba di masing-masing wilayah,” tambah Yusep.

Polrestabes Surabaya juga dalam waktu dekat ini akan menentukan titik titik zero narkoba dalam suatu Kelurahan ataupun RW, dan ini mohon dukungan dari pada semua pihak agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan dapat menyelamatkan anak-anak dari ancaman penyalahgunaan narkoba.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaKWG Gandeng Smelting dan UMJ Gelar UKW Angkatan Pertama
Berita berikutnyaPartai Golkar Beri Kesempatan Kader Konsentrasi untuk Hadapi Masalah Hukumnya

Tinggalkan Balasan