Banyuwangi Kemarau Panjang, Ratusan Masyarakat Sholat Minta Hujan

101
Masyarakat memadati lapangan lugjag, Rogojampi

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Berharap segera turun hujan, ratusan masyarakat di Banyuwangi, Jawa Timur menggelar Salat Istisqo yang di bertempat di Lapangan Lugjag, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, pada Rabu (30/10/2019).

Sholat isitisqo merupakan sholat sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Acara ini diketahui diinisiasi oleh Koramil 0825/12 Rogojampi bersama seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam, Muhammadiyah, LDII, dan Nahdlatul Ulama.

Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawadi K mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqo ini berangkat dari keprihatinan atas musibah kebakaran di kawasan Pegunungan Ijen. Yakni di Gunung Merapi Ungup Ungup, Gunung Ranti, dan Gunung Ijen.

Di Bumi Blambangan sendiri, lanjut Kasdim, tahun ini mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga setelah berkoordinasi dengan lintas elemen masyarakat mengadakan Salat Istisqo.

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

“Kita koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat bersama TNI-Polri untuk melaksanakan Salat Istisqo supaya kita dimudahkan untuk di turunkan hujan,” kata Herawadi, kepada wartawan.

KH. Abdul Ghofar saat memberikan ceramah

Hadir dalam kegiatan itu, jajaran Forpimka dan aparatur desa, organisasi dan lembaga dibawah naungan ketiga Ormas Islam dan ratusan pelajar di Rogojampi.

Loading...

Sekedar diketahui, Salat Istisqo tersebut dipimpin oleh Imam Besar Masjid Baiturrahiem Rogojampi, KH Hayatuddin dan Bilal, KH Abdul Gofar.

Sementara itu, Ketua MWC NU Rogojampi, H Nanang Nur Ahmadi mengatakan, Salat Istisqo ini merupakan ihtiar bersama antar Ormas Islam dengan keluarga besar Koramil 0825/12 Rogojampi untuk memohon hujan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebab di Banyuwangi dan beberapa daerah lain muncul musibah kebakaran dan kekeringan. Jadi, semua umat Islam di Rogojampi, NU, Muhammadiyah, LDII kompak bersama keluarga besar Koramil Rogojampi mengadakan kegiatan untuk umat karena melihat kondisi di Banyuwangi dan di daerah lain banyak kejadian kebakaran-kebakaran.

Baca Juga  Bupati Anna Sambut Sandiaga Uno dengan Kuliner Khas Bojonegoro

“Kita berharap bersama-sama mudah-mudahan dengan Salat Istisqo bersama-sama ini Banyuwangi segera diberi turun hujan oleh Allah Subhanahu Wata’ala,” ujar H Nanang.

H Nanang menambahkan, untuk Banyuwangi sendiri, sekitar 8 bulan terakhir telah mengalami musim kemarau. Kondisi ini, menurutnya, juga dapat memberatkan masyarakat khususnya petani. Sebab, air adalah sumber seluruh kehidupan.

“Kira-kira ada 8 bulan lebih tidak turun hujan. Karena kondisi ini kegiatan perekonomian petani tidak bisa jalan, air ini kan sumber kehidupan. Jadi kita meminta kepada Allah untuk segera turun hujan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakLagi! Bupati Jember Langgar Aturan Pemerintah Pusat
Artikulli tjetërKekeringan, Polres Blitar Bantu Dropping Air Bersih ke Warga

Tinggalkan Balasan