Banyuwangi Ajak Warga Jaga Sumber Mata Air Tetap Lestari

58

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Pemkab Banyuwangi bersama PT Bumi Suksesindo atau BSI mengajak warga untuk menjadi mata air tetap lestari.

Menurut data dari Pemkab Banyuwangi ada 348 mata air di Banyuwangi. Sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk Banyuwangi yang diperkirakan mencapai 257 juta liter per hari.

Sebagai upaya mengajak masyarakat untuk menjaga mata air tersebut, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Mentari (Menjaga Mata Air) di kawasan hutan bambu Dam Londo, Kecamatan Licin, Selasa, 22 Maret 2022.

“Keberadaan air tanah sangat dibutuhkan. Tidak hanya bagi manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan. Maka merawat sumber mata air menjadi keharusan agar keberlangsungannya terus terjaga,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Festival Mentari.

Loading...

Komitmen merawat mata air di Banyuwangi dilakukan melalui gerakan menanam pohon secara serentak di sekitar sumber-sumber air. Kali ini, sekitar 2.500 pohon buah ditanam di sumber air se-Banyuwangi, seperti pohon alpukat dan jambu madu deli.

Baca Juga  RAP Pembangunan Jembatan, Berikut Penjelasan Dana Dusun Jubellor

“Ini merupakan upaya menyelamatkan ekosistem alam dari hulu hingga hilir. Lewat festival ini, kita mengajak masyarakat mulai merawat mata air. Mari mulai menanam pohon agar sumber-sumber air kembali bermunculan,” kata Ipuk.

Tidak hanya menyelamatkan sumber air, pohon-pohon juga dapat menambah pasokan oksigen dan mencegah bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor. Melalui gerakan ini, Ipuk berharap bisa mendorong kesadaran masyarakat Banyuwangi untuk menanam pohon.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dwi Handayani mengatakan, dipilihnya sumber mata air di Dam Londo Desa Tamansari ini karena sumber air di sini dimanfaatkan warga untuk mengairi lahan sawah warga sekitar.

Tak kurang 15 hektar sawah di desa itu bergantung dari Dam Londo.

Baca Juga  Bertengkar, Suami Siri Tega Bunuh Istri lalu Rampas HP dan ATM Korban

“Juga untuk mendukung Dam Londo menjadi destinasi wisata. Karena dam ini peninggalan zaman Belanda yang sarat dengan histori. Ini yang juga ingin kita angkat,” kata Yani, sapaan Dwi Handayani.

Kegiatan penanaman pohon secara serentak di berbagai sumber air ini diawali dengan sosialisasi lingkungan yang dilaksanakan secara virtual dengan diikuti 200 peserta dari pelajar SD-SMA.

Untuk menyukseskan kegiatan ini, pihak DLH Banyuwangi menggandeng perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Banyuwangi, salah satunya adalah PT Bumi Suksesindo (BSI), operator tambang emas di Pesanggaran.

Act. Senior Manager PT Bumi Suksesindo Yunizar Imamsyah membenarkan bahwa pihaknya mendukung kegiatan ini.

“Tahun lalu kami support bibit yang ditanam. Untuk tahun ini, kami support perlengkapan seremoni,” katanya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakDPRD Jember Apresiasi Polisi, Giliran Mantan Kepala BPKAD Diperiksa
Artikulli tjetërCuri LPG, Berakhir di Polsek Gayungan Surabaya

Tinggalkan Balasan