Bantuan Sapi Desa Tanjung-Tulungagung Diduga Bermasalah, Kejaksaan Segera Periksa

876
Imam Mahmudi, Kades Tanjung Kalidawir

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) – Bantuan berupa 10 ekor sapi dari program sarjana masuk desa (SMD) Tahun 2011 di Desa Tanjung Kecamatan Kalidawir diduga bermasalah. Pasalnya, sejak terealisasi 10 tahun silam, sejumlah 10 ekor sapi tersebut tak nampak wujudnya.

Salah satu warga Desa Tanjung Kecamatan Kalidawir AG (39) mengatakan, tahun 2011 silam, kelompok ternak sapi menerima bantuan sejumlah 10 ekor sapi dari pemerintah pusat. Namun, sejak saat itu hingga sekarang ini, keberadaan sapi tersebut tak jelas rimbanya.

“Padahal setahu saya, sapi tersebut tidak boleh diperjual belikan” ujarnya, pada Jum’at (29/5/2020).

AG menambahkan, bantuan sapi tersebut seharusnya dikembangbiakkan, serta dinikmati secara bergulir. Kendati demikian, pada hari Jumat Tanggal 22 Mei 2020 pukul 09.00 Wib, pihak pengelola kelompok difasilitasi Kepala Desa Tanjung membuat kesepakatan bersama.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

“Kesepakatan tersebut membuahkan hasil berupa penandatanganan sebuah perjanjian tertulis bermaterai,” imbuh AG.

Loading...

Sedangkan, isi perjanjian tersebut, sejumlah 10 ekor sapi akan dikembalikan pihak pengelola dengan cara mencicil setiap bulan.

Kepala Desa (Kades) Tanjung, Imam Mahmudi saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Pihak pengelola bersedia mengembalikan secara bertahap, yakni 1 bulan, 1 ekor sapi, sehingga akan lunas pada bulan april 2021 mendatang,” jelasnya.

Imam menambahkan, bantuan berupa 10 ekor sapi tersebut turun pada Tahun 2011 silam.

“Secara kebetulan, pada waktu itu saya belum menjabat sebagai kepala desa, tetapi saya juga bagian dari anggota kelompok itu,” jelasnya.

Imam membenarkan, bantuan tersebut turun melalui program sarjana masuk desa (SMD). Bantuan tersebut berasal dari dirjen peternakan kementrian pertanian pusat.

Baca Juga  Sebanyak 22 Partai di Jember, Hari Ini Sosialisasi Tahapan Pemilu dari KPU RI

Menanggapi hal itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tulungagung, Sutan Takdir mengatakan, bakal segera melakukan pemeriksaan. Mengingat, perbuatan tersebut dapat berpotensi pidana.

“Pengelola dan semua yang terlibat akan kita panggil” tegasnya. (*)

Reporter : Zainul Fuad

 

Loading...
Artikulli paraprakUsai Ngopi di Warkop, Pria Surabaya Diamankan Polisi Pada Jam Malam
Artikulli tjetërPerawat Graha Amerta Terpapar Covid-19, Dr Joni Wahyudi Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan