Bantuan Dana PIP Di Tulungagung Diduga Dimonopoli, LMI Meradang

627

TULUNGAGUNG, (Kabarjawatimur.com) – Program Indonesia Pintar (PIP) di wilayah Kabupaten Tulungagung yang dibawa oleh anggota DPR RI dapil VI Guruh Sukarno Putra diduga masih dimanfaatkan oleh oknum koordinatornya.

Pasalnya masih banyak aduan masyarakat yang masuk kepada Lembaga Monitoring Indonesia (LMI) Cabang Tulungagung terkait adanya monopoli dan pungutan pada penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Kabupaten Tulungagung.

“Saya sudah beberapa kali menerima aduan, yang mengaku dimintai sejumlah uang, padahal PIP belum cair,” Kata Ketua LMI Tulungagung, Muspida Ariyadi, Sabtu (19/9/2020).

Loading...

Menurut Muspida, selain dimintai sejumlah uang, PIP juga di Monopoli oleh oknum koordinator sehingga penerima program yang peruntukanya untuk warga miskin menjadi tidak tepat sasaran.

Baca Juga  Pelajar Banyuwangi Mengajak Tidak Turun Dalam Aksi Demo Penolakan Pengesahan UU Omnibus Law

Muspida menegaskan, sekecil apapun yang namanya pungutan kalau itu tidak diatur itu tetap tidak diperbolehkan, apalagi program itu untuk warga miskin.

Sementara itu, Koordinator PIP Tulungagung Rindu Rikat saat dikonfirmasi melalu seluler membatah tentang adanya pungutan terhadap penerima PIP.

Rindu justru kembali bertanya kepada wartawan terkait siapa saja penerima PIP yang mengatakan adanya pungutan.

Diketahui, penerima PIP di Tulungagung dimintai uang seiklasnya minimal 25 ribu oleh koordinator PIP Tulungagung dan terakhir dikumpulkan pada hari Senin (21/9/2020).

Reporter: Zainul Fuad

Loading...

Tinggalkan Balasan