Bantu Pacar Persiapan PON, Pelatih Basket Singapura Dideportasi Imigrasi Perak

4
Imigrasi Perak
Kasi Intedakim Kanim Tanjung Perak (tengah) Washington Saut D Napitulu memberikan keterangan kepada wartawan.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak mendeportasi WNA Singapura, Brian Yee Chun Hoe (32), karena melebihi izin tinggal di Indonesia lebih dari 60 hari, Sabtu (16/1). Selama ini yang bersangkutan ke Indonesia menggunakan visa izin tinggal. Selama di Indonesia, Brian melatih basket putri di Kampus Surabaya.

“Brian kita amankan dari mess pria Kampus Unesa Lidah Kulon pada 6 Januari lalu. Saat kita amankan, yang bersangkutan kooperatif,” ujar Kasi Intelijen dan Penindajakan Keimigrasian (Intedakim) Kantor Imigrasi Tanjung Perak, Washington Saut D Napitulu, Sabtu (16/1).

Dijelaskan Washington, Brian datang ke Indonesia di masa pandemi Covid-19. Ia berada di Surabaya sejak 17 Maret 2020 lalu melalui Bandara Internasional Juanda. Dimana sejak pandemi melanda dunia, setiap WNA yang datang ke Indonesia di atas tanggal 5 Februari 2020 sudah pasti tidak akan bisa keluar dari Indonesia.

Baca Juga  Akan Ada Razia Pamor Keris, Tegakan Prokes Cegah Omicron

Namun, untuk bisa tetap tinggal sesuai Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020, yang bersangkutan harus melakukan perpanjangan izin.  Sampai dengan ditentukan tanggal terakhir perpanjangan izin bagi WNA pada 5 Oktober 2020, Brian tidak mengindahkan aturan tersebut.

“Yang bersangkutan tidak melakukan perpanjangan karena mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai peraturan terakhir 5 Oktober 2020,” sambung Washington.

Loading...

Menurutnya, imigrasi selalu melakukan sosialisasi permenkumham tersebut dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter dan instagram.

“Kalau sosialisasi tatap muka masih belum karena masih pandemi, tapi kita galakkan sosialisasi lewat semua media sosial,” tambahnya.

Pihak Unesa sendiri lanjut Washington, tidak pernah merasa pernah menampung WNA Singapura itu. Atas kasus ini, Imigrasi Tanjung Perak akan mendalami siapa yang membantu Brian untuk mendapatkan tempat tinggal.

“Brian kita jerat dengan pasal 78 Ayat 3 UU Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Dia kita kenakan sanksi administratif berupa deportasi dan penangkalan,” pungkasnya.

Baca Juga  Bobol Rumah Kosong Empat Pria Diciduk, Satu Anak 14 Tahun

Sementata itu, kepada wartwan Brian mengaku kedatangannya ke ke Indonesia karena pacarnya adalah atlet basket putri Indonesia yang nantinya akan bertanding di PON (Pekan Olahraga Nasional). Brian ingin membantu latihan tertutup tim basket tersebut.

“Saya juga diundang untuk mambantu mendampingi latihan dan dijanjikan sedikit persetujuan, setelah dijalani satu bulan ternyata tidak ada apa-apa,” sahut Brian.

Lanjutnya, Brian mengaku yang mengurus tempat tinggalnya di mess Unesa adalah salah satu pegawai Pemprov Jatim.

“Kalau yang undang aku masuk orang pemprov. Dia juga orang KONI dan tim basket putri.  Biasanya kalau yang urus-urus ijin timnas ke dia,” pungkas Brian. (*)

Reporter: Ibad
Editor: Gita Tamarin

 

 

Loading...
Berita sebelumyaCowok Pelaku Penganiayaan Gadis Cantik di Surabaya Tertangkap
Berita berikutnyaPemuda Pancasila Banyuwangi Fokus Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi

Tinggalkan Balasan