Bank BRI Didesak Kembalikan Uang E-Warung Rp 140 Juta

931
Pendemo Membentangkan Poster di Depan kantor BRI Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Kantor Bank BRI Cabang Bangkalan didemo sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Poros Pemuda Jawa Timur (PP Jatim), pada Kamis (9/7/2020).

Pendemo mendesak Bank BRI untuk bertanggungjawab perihal penarikan uang yang dilakukan BRI sebesar Rp 140.000.000 tanpa sepengetahuan nasabah. Penarikan uang yang dilakukan secara sepihak tersebut dialami agen E-warung yang menyalurkan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yakni Fauzi warga Desa Longkek, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.

“Kami minta pihak BRI bertanggungjawab perihal penarikan saldo yang dilakukan sepihak karena itu merugikan pemilik E-warung,” kata korlap aksi Makmun Imron, didepan kantor bank BRI Cabang Bangkalan.

Jika tidak dikembalikan, Makmun mengancam akan memboikot bank BRI dan akan melaporkan peristiwa tersebut ke Kementerian Sosial (Kemensos) agar mengevaluasi kerjasama dalam penyaluran program BPNT tersebut.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

“Kami akan laporkan ke Kemensos agar mengevaluasi kerjasama penyaluran program ini,” tambahnya.

Loading...

Menanggapi hal itu, Pimpinan Cabang BRI Bangkalan Mohammad Amalo, mengakui bahwa pihaknya memang melakukan penarikan uang sebesar Rp 140 juta. Ia mengklaim penarikan uang di rekening milik Fauzi itu sudah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

“Setelah kami verifikasi pendebetan rekening yang kami lakukan, uang tersebut merupakan kelebihan bayar BRI yang berasal dari uang negara berupa program BPNT,” ujar Amalo saat diwawancarai awak media.

“Jadi kami tarik kembali karena itu uang negara,” tambah dia.

Amalo menambahkan, pendebetan yang dilakukan pihaknya sebesar Rp 140 juta yang dilakukan secara bertahap.

Baca Juga  Wanita Tergeletak, Shelter Stasiun Kertomenanggal Mendadak Ramai

“Penarikannya dilakukan secara bertahap hingga mencapai Rp 140 juta,” katanya.

Selain itu, Amalo menjelaskan bahwa, pendebetan tidak mungkin dilakukan di rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebagai penerima program BPNT. Sebab, kata dia, kelebihan bayarnya terjadi di rekening e-warung tersebut.

“Kami membuka ruang bagi nasabah yang akan komplain kepada kami,” tandasnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakPT KAI Tambahkan 2 Kereta Api Perjalanan Jarak Jauh
Artikulli tjetërDiduga Oleng Naik Trotoar dan Tabrak Pohon, Emak Emak di Surabaya Tewas Dilokasi

Tinggalkan Balasan