Bandel Tak Pakai Masker, Siap-siap Kena Denda

125

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Petugas gabungan menggelar operasi yustisi terhadap masyarakat di Banyuwangi yang tidak mematuhi protokol kesehatan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kali ini petugas gabungan mulai Polri, TNI, Satpol PP, Pengadilan Negeri, serta Kejakasaan Negeri. Oleh karena itu, bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, termasuk saat berkendara, akan dikenakan sanksi berupa denda atau kurungan selama tiga hari.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, penerapan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan ini merupakan sebagai bentuk implementasi dari Inpres Nomor 06 Tahun 2020 dan Perda Nomor 2 Tahun 2020 Provinsi Jawa Timur.

“Selama ini kami bersama Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi sudah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Sehingga saat ini kami menindak tegas warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan khususnya tidak menggunakan masker di jalan raya,” ucap Kapolresta, Senin (14/9/2020).

Untuk menuntaskan pandemi Covid-19 bukan hanya menjadi tugas pemerintah, peran serta secara aktif rakyat dalam melakukan protokol kesehatan juga diperlukan. Bahkan, lanjutnya, warga dan Pemerintah harus solid dalam bergotong royong melawan corona.

Baca Juga  Kantor Imigrasi Bandung Jajaki Kerja Sama dengan Pemkab

Menurut Arman masyarakat harus selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Tidak ada cara lain untuk menekan penyebaran Covid yaitu dengan tertib dan disiplin diri melaksanakan protokol kesehatan dalam tata kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Bagi pengendara yang melanggar akan mengikuti sidang ditempat dan membayar denda sekira Rp. 30 ribu. Setelah menjalani sidang, dia juga diberi masker secara gratis oleh petugas.

Loading...

“Menyesal sih ada, tapi gimana lagi saya tadi mau berangakat terburu-buru jadinya lupa. Untuk denda Rp. 30 ribu saya tidak apa apa itu kan sudah ada aturan dari Pemerintah,” kata Eka Weda, salah satu warga tak pakai masker.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi menegaskan, nominal denda yang dibebankan dalam tiap pelanggaran sebesar Rp 30 ribu. Namun sewaktu-waktu nominal tersebut bisa bertambah hingga Rp 250 ribu, apabila pelanggar didapati berkali-kali melakukan pelanggaran.

“Denda ini kita sesuaikan, supaya masyarakat tidak terbebani dalam situasi ini. Kita maksudkan untuk menyampaikan sanksi agar memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat namun masih terkontrol. Namun kalau terus-terusan kemungkinannya bisa denda maksimal,” tegas Saiful Arif.

Baca Juga  Dipecat PDI Perjuangan, Yusuf Widyatmoko Tetap Cinta Bung Karno

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, operasi yustisi ini adalah sebagai cara ampuh untuk mendorong masyarakat untuk memiliki kesadaran tinggi menggunakan masker selama pandemi.

“Pesan dari operasi yustisi ini bukan masalah denda atau penindakan hukumnya, melainkan pesan yang ingin disampaikan Forpimda adalah agar masyarakat sadar untuk selalu menggunakan masker,” ujar Anas.

“Saya minta agar seluruh restoran di Banyuwangi menerapkan social distancing. Kalau tidak dilakukan, terpaksa harus ditutup. Namun, harapan kita, ekonomi jalan tetapi protokol kesehatan juga harus bisa dioptimalkan,” imbuhnya.

Sekedar diketahui, kegiatan ini dipimpin oleh Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto, Kepala Pengadilan Negeri Banyuwangi, Saiful Arif dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, M. Rawi. Adapun operasi ini diberlakukan selama dua pekan mulai 14 hingga 27 September 2020. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan