Bandar dan Kurir Narkoba Jaringan Pelajar Dibekuk

28

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Peredaran narkotika di Surabaya dengan menggunakan jasa kurir anak dibawah umur masih marak dan merajalela.

Kali ini unit Reskoba Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk bandarnya bernama Robby Sapta (24) pada Kamis (06/10/2016) sekitar pukul 00.30,Wib, bersama kurirnya yakni DP (17),yang masih berstatus kelas 1 SMK swasta di Surabaya.

Polisi menangkap kedua tersangka bandar dan kurir narkoba jenis sabu tersebut di rumahnya yakni di jalan Putat Jaya Timur Gang 5 Surabaya tanpa perlawanan.

Kepada petugas setelah ditangkap Robby mengaku bahwa dirinya mendapat kan sabu dari seseorang dan baru berjalan selama tiga bulan. Saat menerima permintaan sabu dari pelanggannya, ia selalu memakai jasa kurir anak-anak dibawah umur yakni DP.

Baca Juga  Raih Elektabilitas Tinggi, Erick Thohir Sosok Baru Terkuat di Bursa Pilpres 2024

DP sendiri mengetahui jika barang yang disuruh mengantar kesetiap pelanggan Robby tersebut adalah sabu. Pelajar tersebut awalnya diajak mengkonsumsi sabu hingga akhirnya terjerumus menjadi seorang kurir.

Loading...

“Awalnya diajak pakai sabu sama Robby, lalu disuruh antar ditambah imbalan uang 15 ribu hingga 20 ribu dan baru tiga kali antar”, kata DP, kepada kabarjawatimur.com,Jum’at (07/10/2016).

Wakasat Reskoba Satreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Anton mengungkapkan, dari informasi masyarakat kemudian ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan maka didapat data bahwa seorang tersangka Robby tersebut adalah seorang bandar sabu.

Diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu tersebut pelaku ini memanfaatkan jasa kurir yakni DP yang masih dibawah umur dan berstatus pelajar.

Baca Juga  Salip Ketum-ketum Parpol, Elektabilitas Erick Thohir 'Pole Position' di Pilpres 2024

“Dari usahanya bersama tetangganya tersebut DP mendapat imbalan berupa nyabu gratis dan juga diberi imbalan uang 15 hingga 20 ribu untuk sekali antar”, jelas Anton.

Barang bukti yang didapat dari keduanya berupa, 2 poket sabu seberat 0,34 gram, 1 buah pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu seberat 1,44 gram, 2 botol besar dan kecil serta dua buah HP.

Kini keduanya ditahan dan berada dalam penjara Polres Surabaya karena melanggar pasal 114 112 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTax Amnesti Tahap I, Tebusan Capai Rp 1,43 T
Artikulli tjetërTingkatkan Disiplin Anggota, Pomal Gaktib di Koarmatim

Tinggalkan Balasan