Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara saat meninjau vaksinasi yang digelar ISNU dan FRB (pegang micropone) FOTO: Rochman/Kabarjawatimur.com

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – DPRD Banyuwangi akan segera memanggil beberapa pihak yang terlibat dalam pembongkaran baliho Puan Maharani yang terpasang di depan Pasar Rogojampi Banyuwangi.

“Jadi jangan disangkutpautkan dengan gambarnya mbak Puan,” kata Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Selasa (14/9/2021).

Pihaknya akan bertindak cepat dengan urusan ini, karena pembongkaran ini menyangkut soal reklame atau baliho yang tidak berizin di Bumi Blambangan.

Baca Juga:Polisi Mulai Olah TKP Lokasi Bongkaran Besi Baliho yang Diduga Dijual Oknum Satpol PP

“Kami akan secepatnya koordinasi dengan Komisi 1, dengan memanggil Dinas Perizinan dan Satpol PP, karena ini soal reklame-reklame yang tidak memiliki ijin,” tegas Made yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan ini.

Baca Juga  Jember Masuk Level 1, Tetap Waspada Jangan Kendor Prokes

Diberitakan sebelumnya bahwa pengusaha advertising merasa kehilangan besi sisa bongkaran baliho yang bergambar Puan. Diketahui, baliho tersebut dibongkar oleh Satpol PP Banyuwangi.

Loading...

“Memang benar baliho klien kami bergambar Puan Maharani ditebang oleh Satpol PP. Pembongkaran itu tanpa seizin kami. Kamu sudah tanyakan ke Satpol PP terkait masalah itu,” kata Imam Maskun, pengusaha advertising kepada wartawan.

Baca Juga: Besi Baliho Bergambar Puan Ternyata untuk Bangun Mushala

Merasa dirugikan, Imam Maskun pun melaporkannya ke Mapolresta Banyuwangi, lantaran pembongkaran baliho tersebut dilakukan tanpa seizin pemilik papan baliho.

Sementara itu, Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Rifai menjelaskan bahwa besi sisa bongkaran baliho tersebut digunakan untuk pembangunan mushala di lingkungan Mako Satpol PP.

Baca Juga  ISNU dan FRB Rogojampi Kolaborasi Layani Vaksinasi Gratis

Menurut Rifai, pembongkaran baliho itu berawal ketika ada laporan masyarakat tentang robohnya baliho yang terpasang di depan Pasar Rogojampi tersebut.

“Pembongkaran sudah sekitar lima bulan yang lalu. Jadi baliho itu rusak. Dan, baliho itupun ilegal tidak berizin,” ucap Rifai. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumya295 Kendaraan Bermotor di Rupbasan Surabaya Dirampas Negara Selama 2021
Berita berikutnyaMobil dan Motor Trail Vaksin Keliling, Siap Layani Hingga Pelosok Desa

Tinggalkan Balasan