Baju Khas Madura di Bangkalan Dikeluhkan, Kok Bisa ?

94
Kasir melayani pembeli di Toko Nusa Indah, Jl. KH. Mohammad Kholil, Kemayoran, Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Surat Edaran (SE) Bupati Bangkalan, R Abd. Latif Imron yang menghimbau agar memakai baju Khas Madura (Pesa’an atau Marlena) untuk semua SD hingga SMP di Hari Jadi Kabupaten Bangkalan mendatangkan banyak rezeki bagi para pedagang.

Seperti yang diungkapkan oleh Erna, pedagang yang berjualan di Kompleks pertokoan pesarean Syaichona Cholil Martajasah, beberapa hari ini baju Khas Madura (Pesa’an atau Marlena) laris manis, bahkan kata Erna dalam sehari bisa menjual lima pasang baju.

“Kalau hari-hari biasa enggak ada yang beli mas, sampek sekarang kami menjual hampir 30 pasang baju,” ungkap Erna

Meski menjadi momentum penglaris, Erna tidak sama sekali menaikkan harga pasaran, dirinya tetap menjual normal seharga Rp. 250 ribu untuk ukuran dewasa dan Rp. 180 ribu ukuran anak-anak.

Baca Juga  Teriakan Airlangga Presidenku Bersahut-Sahutan di Pantai Losari

“Yang lengkap dengan udeng ukuran besar 250, tapi bisa ditawar kok paling mentok 140-150 normal mas,” imbuhnya.

Namun, berkah bagi pedagang pun tak berbanding lurus dengan keluhan dari wali murid.

Loading...

Salah satu wali murid, Rohama mengeluhkan kebijakan tersebut. Ibu rumah tangga asal Desa/Kecamatan Galis itu merasa kesulitan mencari pakaian khas Madura. Disamping itu, ternyata harga yang dijual oleh pedagang naik berkali lipat.

“Harganya naik berkali lipat mas, ya mungkin para pedagang memanfaatkan moment ini, sebenarnya tidak apa-apa sih asal bajunya ada tapi jangan terlalu naik harganya,” ucapnya, pada Selasa (22/10/2019).

“Bajunya (ukuran kecil) sulit mas, saya cari sampai ke Martajasah tapi tidak ada, sudah habis katanya dibeli orang,” tambahnya.

Baca Juga  Abdulloh Umar Apresiasi  Pemkab Tuntaskan Pembangunan Jembatan Tepat Waktu

Sebelumnya Bupati Bangkalan, R Abd. Latif Imron mengatakan, himbauan memakai baju adat Khas Madura di Momentum Hari Jadi Bangkalan ke 488 yang jatuh pada hari Kamis mendatang.

Itu, kata Ra Latif sebagai bentuk merawat budaya Madura dan mengenalkan nilai-nilai sejarah terbentuknya Kabupaten Bangkalan pada generasi muda.

“Himbauan memakai baju khas Madura, juga berlaku untuk ASN, di hari jadi Kota Bangkalan. Bukan hanya untuk para siswa SD dan SMP. Agar suasana hari jadi itu beda dan memberikan warna baru bagi kehidupan masyarakat Bangkalan,” terang Bupati. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaSantri Milenial Harus Berintelektual Tinggi
Berita berikutnya8 Poin ini Selamatkan Anda dari Tilang Polisi di Razia Semeru

Tinggalkan Balasan