Bacok Polisi, Pencuri L300 Ditembak Mati

72

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Maraknya pencurian mobil L300 di Surabaya membuat Satreskrim Polrestabes Surabaya bertindak tegas.

Satu dari empat pelaku komplotan curanmor L300 yang selama ini beraksi di Kota Surabaya ditembak mati oleh anggota Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya,saat hendak beraksi di belakang Polsek Simokerto.

Pelaku curanmor L300 yang tewas tertembus timah panas polisi tersebut bernama Abdurachman Sholeh(43) asal Jedih Tengah I Kec,Socah,Bangkalan Madura.

Polisi terpaksa menembak tubuh pelaku lantaran pelaku ini nekat membacok satu angota polisi yang hendak menangkapnya.

Sholeh tewas setelah ditembak anggota Unit Jatanras dengan lima peluru bersarang di dadanya. Pelaku ini ditembak lantaran saat akan ditangkap membacok anggota bernama Aiptu Kasum,yang menangkapnya saat pelaku beraksi di Jl. Sidodadi. Akibat perlawanan pelaku ini,Aiptu Kasum mengalami luka bacok diperut dan jari tangan.

Baca Juga  Kolonel Imam Gogor Kunker di Makodim Bondowoso  

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sinto Silitonga mengatakan, komplotan Sholeh ini berjumlah empat orang dan dalam melakukan aksinya pelaku Sholeh berperan sebagai pimpinan atau Kapten juga eksekutor.

Loading...

Usai menembak mati pelaku, Polisi langsung menggeledah rumah Sholeh di Jedih Socah Bangkalan Madura. Hasilnya polisi mendapatkan berbagai barang bukti yang digunakan sebagai sarana dan hasil kejatan.

Seperti dua pedang penghabisan, dua unit sepeda motor yang dijadikan sarana,kunci leter L yang sudah di modifikasi dan puluhan STNK.

“Melihat banyaknya barang bukti,komplotan Sholeh ini diduga sudah puluhan kali beraksi di Surabaya diantaranya di kawasan Tenggilis,Rungkut dan Sawahan,” terang Shinto kepada kabarjawatimur.com, Minggu (25/09/2016).

Baca Juga  Dengan Dua Wanuta, Pria ini Selundupkan Narkoba Dalam Celana Kolor

Perwira asal Medan ini menambahkan,
Sholeh ini adalah pelaku yang pernah melakukan aksi tembak menembak saat akan disergap oleh anggota Resmob Polrestabes pada sekitar bulan Agustus lalu di Jembatan Suramadu.

Dua pelaku lainnya atas nama Aziz dan Selih warga Jati Timur yang berhasil lolos melarikan diri saat disergap akan kami kejar sampai ke manapun.

“Petugas juga menghimbau agar yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri, apabila tidak bisa jadi dua DPO tersebut bernasib sama seperti tersangka Sholeh.” tutup Shinto.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSelfie di Rel KA Berlatar Belakang KWJ Meresahkan
Artikulli tjetërPaslon Wali Kota Batu Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Tinggalkan Balasan