Ayah Tiri Tega Aniaya Anak 5 Tahun, ‘Khilaf Karena Nganggur’

Pelaku penganiayaan di Mapolrestabes Surabaya.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Usai ditangkap, Unit Resmob Polrestabes Surabaya pamerkan pelaku penganiayaan anak ke awak media, Senin (22/2/2021). Pria berperawakan tinggi kurus dan berambut plontos ini, hanya tertunduk lesu menanti hukuman yang akan diterimanya.

Pelakunya, NI (26) warga Indramayu, Jawa Barat yang ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya itu, kini hanya bisa menyesali perbuatannya.

Kepada petugas, NI mengaku tidak tega saat memukuli anak tirinya itu. Namun karena banyak pikiran hingga kalut juga ditambah karena menganggur.

“Ndak tega juga, tapi karena saya dikurung sama istri, gara-gara tidak kerja. Hingga banyak pikiran, khilaf lalu melakukan penganiyaan,” jelas NI saat di Polrestabes Surabaya.

Pengakuan lain juga muncul dari pelaku. Rupanya dia sudah sebanyak 5 kali melakukan penganiayaan. Dirinya juga kerap kesal, lantaran anak tirinya sering minta mainan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, video viral terkait penganiayaan anak itu, NI inilah pelaku kekerasan terhadap anak balita tersebut.

Loading...

“Pelaku kita amankan di wilayah Jawa Barat, yaitu tepatnya di Indramayu. Dia melakukan kekerasan terhadap anak, lantaran kesal karena anak tirinya menangis terus, menurut pengakuannya,” kata Oki, Senin (22/2/2021).

Dari perbuatan, ayah tiri ini kini mendekam dalam penjara. Dia, terancam dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukum 5 tahun penjara.

Seperti diketahui, Polisi Surabaya selidiki video seorang pria melakukan kekerasan kepada anak tiri yang masih balita viral di media sosial.

Diketahui, aksi kekerasan yang dilakukan ayah kepada anak tirinya itu, terjadi di Tambaksari, Surabaya.

Video berdurasi 28 detik itu diunggah akun Instagram @ndorobei. Dalam video tampak seorang pria dewasa terus-menerus memukuli kepala anak yang menangis. Video itu kini telah tayang ribuan kali dan mendapatkan ratusan komentar dari netizen.

Akun Instagram ini menyebutkan bahwa video itu bersumber dari sebuah grup Facebook yang diunggah oleh akun Agunk Sr. Disebutkan, penganiayaan itu dikarenakan hal sepele atau karena sang anak rewel.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan