Awasi Pergerakan Orang Asing, Imigrasi Tobelo Sosialisasikan Aplikasi APOA QR Code kepada Penanggungjawab Perusahaan dan Penginapan

Imigrasi TObelo
Suasana kegiatan sosialisasi APOA QR Code berbasis online yang diperuntukkan bagi perusahaan dan penginapan.

TOBELO (Kabarjawatimur.com)
Untuk memudahkan pengawasan terhadap pergerakan orang asing, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tobelo menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi pelaporan orang asing (APOA) berbasis online QR Code versi 2 kepada penanggungjawab penginapan/perusahaan, Rabu (9/6/2021).

Aplikasi ini merupakan sebuah kewajiban bagi perusahaan, pemilik hotel untuk melaporkan setiap orang asing yang ada di perusahaan tersebut. Kegiatan yang dibuka oleh Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Akbar Drajat Bogitara di Kantor Imigrasi kelas II Non TPI Tobelo ini diikuti pemilik hotel, penginapan, perusahan, dan perorangan.

Akbar Drajat Bogitara mengatakan, APOA merupakan aplikasi berbasis online yang bisa diunduh di www.apoa.imigrasi.go.id yang dapat membantu proses pelaporan maupun pengawasan orang asing sehingga menjadi lebih mudah dan cepat.

“Maksud dan tujuan aplikasi APOA berbasis QR Code yaitu, menginformasikan atau memudahkan pejabat/petugas stakeholder lainnya dalam melakukan pelaporan orang asing, kemudian tersedianya data pergerakan orang asing di wilayah Indonesia,” ujar Akbar dalam paparannya.

Aplikasi pelaporan orang asing ini dikhususkan untuk pemilik atau pengurus tempat penginapan atau perorangan yang berkewajiban untuk memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapan atau tempat tinggalnya secara real time dan akurat.

Loading...

”Sebagaiman diamanatkan pada Pasal 72 Ayat 2 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian bahwa pemilik atau pengurus tempat penginapan wajib memberikan data mengenai orang asing yang menginap di tempat penginapannya jika diminta oleh pejabat imigrasi yang bertugas.” jelasnya.

Akbar juga mengungkapkan sebenarnaya aplikasi APOA ini sudah ada sejak tahun 2016 namun dalam perjalanannya sistem.pengimput datanya masih bersifat manual dan fitur-fiturnya tidak selengkap sekarang ini dimana tidak ada data pergerakan orang asing. Di tahun 2021 ini, Direktorat Jenderal Imigrasi menyempurnakan aplikasi tersebut dengan QR Code.

“Jadi dalam pelaporanya cukup dengan scan barkot maka data orang asing yang tinggal di tempat itu akan terimput secara otomatis tanpa di isi secara manual,” sambungnya.

Ke depan, kegiatan sosialisasi ini terimplementasi dengan baik aplikasi pelaporan orang asing dan juga terciptanya hubungan yang saling menguntungkan dimana masyarakat atau pemilik perusahan dapat melaporkan orang asing dengan mudah.

”Lewat aplikasi ini, kami juga terbantu dengan dimudahkannya pengawasan keberadaan orang asing di wilayah kerja kantor Keimigrasian Tobelo,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan pemateri Kasubsi Intelijen
Ady Majeng dan dilanjutkan dengan tata cara pengisian APOA, dilanjutkan dengan praktek langsung cara penggunaan aplikasi APOA. (*)

Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaIni yang Dilakukan Kanim Gorontalo kepada Kepada Pemilik Hotel dan Penginapan terkait APOA QR Code 2
Berita berikutnyaBerikan Masker dan Sembako di Bangkalan Sembari Berikan Edukasi 5M

Tinggalkan Balasan