Toko Bangunan Rejeki Lancar yang masuk dalam penetapan pailit

JOMBANG, (Kabarjawatimur.com) – Pasca penyegelan aset milik Cindro Pujiono warga Jombang yang ditetapkan pailit (dalam PKPU) oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya Jawa Timur, sejak Tanggal 25 Januari 2021.

Tim Kurator termohon dari PT. Samudera Baja Dunia (SBD),beralamatkan Semarang Jawa Tengah, PT. Trinisyah Gemilang Perkasa (TGP) Kediri dan juga PT. Sumber Bina Karya Mandiri (SBKM), alamat Kediri, Mengajukan penyegelan dan penyitaan aset, sehingga terlaksana penyegelan pada Hari Selasa Tanggal 31 Agustus 2021

Penetapan Penyegelan tertuang dalam SK Nomor 84/Pdt.Sus-PKPU/2020 PN. Niaga. Sby, terdiri dari 9 aset, berupa tempat huni, gudang dan Toko, sedangkan Kendaraan roda 2 dan roda 4 berjumlah 12 unit.

Namun aset milik nama Cindro Pujiono PO cuma ada tiga aset yaitu Rumah, Toko Bangunan dan sebuah gudang, sedangkan aset lainnya adalah milik nama orang lain, begitupun kendaraan hanya tinggal satu yang lainnya sudah dijual.

Baca Juga  Tak Berhenti, Vaksinator Akademi Angkatan Laut Kembali Sasar 189 Siswa MA NU Sidoarjo

Salah satu Toko Bangunan Rejeki Lancar milik Eka Sari Dewi, yang berada di Jalan Wahab Hasbullah nomor 40 A, Desa Tambak Rejo Kecamatan Jombang Kabupaten Jombang, juga masuk daftar penetapan budel pailit di Pengadilan Negeri Surabaya.

Loading...

Pemilik Toko sempat kaget dengan kedatangan juru sita dari Pengadilan Negeri Surabaya bersama Kurator, yang hendak menyegel toko bangunan Rejeki Lancar, setelah pemilik menunjukan bukti kepemilikan akhirnya tidak jadi dilakukan penyegelan.

“Saya heran Toko Rejeki Lancar kok dimasukkan dalam daftar penetapan budel pailit oleh Kurator, padahal yang di pailit adalah Cindro Pujiono. Kok aset milik saya pribadi juga dimasukan daftar penetapan pailit, ucap Eka Sari pemilik Toko Bangunan Rejeki Lancar kepada awak media, Minggu (5/9/2021).

Baca Juga  Kantor Imigrasi Surabaya dan Pemkab Sidoarjo Sediakan Mobil Eazy Passport Keliling di Krian

Eka Sari mengatakan, dirinya akan menempuh jalur Hukum untuk menggugat Surat Penetapan Pengadilan Negeri Surabaya.

“Saya bingung, darimana Kurator mendapatkan kalau toko saya pailit. Usaha saya baik baik saja dan berjalan seperti biasanya, dan isi tokonya masih lengkap,” ujarnya.

“Memang toko bangunan saya dijaminkan disebuah Bank BRI, tapi angsuran lancar tanpa ada kendala,” pungkas Eka Sari Dewi.

Reporter : Fatur

Loading...
Berita sebelumyaPemkot dan Kadin Gelar Vaksinasi Dosis Pertama di Jatim Expo
Berita berikutnya12 IKM Bangkalan Peroleh Sertifikat Halal

Tinggalkan Balasan