Aremanita Cantik Asal Jember Menjadi Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

6472

JEMBER,(kabarjawatimur.com) –Ratusan suporter tewas yang menjadi korban tragedi dan kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang tidak hanya berasal dari wilayah setempat saja . Tragedi ini dipicu kericuhan sejumlah oknum suporter usai laga Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya 2-3 dalam laga Derby Jawa Timur pada lanjutan Liga 1, Sabtu malam (1/10).

Peristiwa maut nan memilukan ini juga merengut nyawa dua orang warga Kabupaten Jember.

Salah satunya adalah Aremanita (sebutan suporter perempuan Arema) berwajah cantik diketahui atas nama Faiqotul Hikmah (22) warga Jalan MH Thamrin, Lingkungan Gladak Pakem, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari. Seorang lagi bernama Noval Putra (19) warga Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember.

Menurut informasi kedua korban sengaja berangkat ke Stadion Kanjuruhan, Malang untuk menonton dan mendukung tim kesayangannya Arema FC vs Persebaya Surabaya.

Terkait kabar kematian dua warga Jember itu, keluarga korban berduka dan diwarnai isak tangis keluarga, saat mobil ambulans sampai di rumah duka.

Untuk keluarga korban Faiqotul Hikmah, mobil ambulans sampai di rumah duka sekitar pukul 08.00 WIB. Keluarga hanya bisa pasrah dan menangis, saat korban diturunkan dari mobil ambulans.

“Tadi setelah diturunkan dari mobil ambulans. Ada memar gitu sama di sini (sambil menunjuk sekitar pinggang), ada lebam sedikit. Pada bagian wajah juga ada memar,” kata Kakak Korban Nurlaela saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Minggu (2/10/2022).

Baca Juga  Sampaikan Pesan Mensos di Hari Pahlawan, Bupati Jember: Perangi Kebodohan dan Kemiskinan

Terkait kejadian yang menimpa adiknya itu, lanjut Nurlaela, pihak keluarga mengaku kaget dan terkejut. Karena saat berangkat ke Malang. Anak nomor lima dan paling kecil itu, berangkat ke Malang dalam kondisi sehat, dan saat itu sedang libur kerja.

“Korban naik motor ke Malang, rombongan 14 orang. Tahunya jadi korban ada temannya yang di Wirowongso mengabari kalau jadi korban. Mengabari lewat telpon sekitar pukul setengah 12 malam,” kata Nurlaela dengan raut wajah sedih.

Loading...

“Berangkat menonton dari Jember kemarin sekitar pukul 5 seperempat, karena libur kerja. Kan adik saya kerja di pabrik pengemasan edamame. Ada dua orang yang berangkat dari rumah. Dengan temannya itu. Tapi sepertinya banyak juga yang berangkat,” sambungnya.

Kecintaan adiknya itu, kata Nurlaela, terhadap klub sepak bola Arema FC tidak bisa dibendung. Setiap pertandingan sepak bola, dan ada kesempatan. Adiknya selalu berangkat ke Malang.

“Bulan kemarin juga atau kemarin gitu, gak sampai sebulan juga ke Malang nonton,” katanya.

Soal kabar meninggalnya Faiqotul Hikmah, menurut teman korban Abdul Muqit, diketahui setelah kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Berangsur mereda.

“Awal mau masuk stadion sempat hilang kontak. Saat itu Faiq pegang tiket dan sudah masuk dalam stadion. Saya di luar stadion karena belum punya tiket,” kata Muqit saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga  Kinerja ASN Rendah, Ketua DPRD Jember: ASN Jangan Hanya Menunggu Perintah Bupati

Pria warga Wirowongso, Jenggawah ini mengatakan, saat mencari korban di tengah kericuhan. Muqit bertemu temannya yang lain dan memberi kabar jika korban ditemukan di dalam stadion. Tapi kondisinya dikabarkan meninggal.

“Korban posisi dalam gedung stadion dan sudah ditutupi kain putih. Seperti mukenah,” ucapnya.

“Selain Faiq juga ada teman korban lain, Noval,” imbuhnya.

Di lain pihak, menurut salah seorang koordinator supporter Berni, Joni Budi Utomo. Peristiwa yang merengut ratusan korban jiwa supporter Arema FC, akibat kurangnya koordinasi antar supporter.

“Karena memang tidak terkoordinir dengan baik. Total pastinya (jumlah supporter Arema asal Jember) belum tahu. Karena mereka berangkat berkelompok. Ada 14 motor yang bareng-bareng. Bertemu di Jubung (Rest Area Kecamatan Sukorambi). Ada juga mobil Travel dan Elf yang berhenti di Tanggul,” kata pria yang akrab dipanggil Job Utomo ini.

Terkait kondisi korban supporter Arema FC asal Jember. Sebagai bentuk solidaritas, lanjut Job Utomo, pihaknya masih berusaha mencari info pasti.

“Jadi secara pasti belum tahu (berapa jumlah korban baik luka ataupun meninggal). Karena dari Jember Selatan biasanya juga ada. Ada Aremania dari Puger, Gumukmas juga,” sambungnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakПреимущества https://royal-team.ru/ онлайн-ставок
Artikulli tjetërTokoh Lintas Agama Hingga Petani di Banyuwangi Dukung Prabowo Subianto Jadi Presiden 2024 

Tinggalkan Balasan