Apa Hubungan Keperawanan dengan Prestasi ?

63
Orang tua Shalfa Avrila Sania, atlet Pelatnas Sea Games 2019 Filipina, asal Kediri, Jawa Timur.

KEDIRI, (Kabarjawatimur.com) – Perasaan hancur dan sesak karena kekecewaan dan kesedihan, sedang dialami Shalfa Avrila Sania, atlet Pelatnas Sea Games 2019 Filipina, asal Kediri, Jawa Timur.

Shalfa merupakan atlet dari cabang senam lantai yang dipulangkan pelatihnya, dengan tuduhan karena sudah tidak perawaan. Perasaan carut marut atas tuduhan seperti itu juga dirasakan oleh pihak keluarga Shalfa.

Bahkan diranah publik, tidak sedikit masyarakat turut prihantin dengan tuduhan yang diarahkan ke Shalfa. Keprihatinan ini pun ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pihak menyayangkan keputusan tersebut lantaran dinilai tidak masuk akal dan mengembosi prestasi altet.

Bukan hanya masyarakat awam yang turut sedih dengan kejadian ini. Seorang pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris akhirnya turut bersuara.

Lewat cuitannya di Twitter, Syamsudin menganggap keputusan itu berlebihan, karena menurutya tidak ada hubungan antara prestasi atlet dan soal keperawanan.

Baca Juga  Mantan Penyidik Polres Jember Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kapolres Jember: Akan Ditindak

“Ini apa lagi sih. Apa hubungan antara keperawanan dan prestasi sebagai atlet. Terlampau banyak orang-orang lebay di negeri ini,” cuit @sy_haris.

Keprihatinan serupa juga muncul dari sejumlah warganet lainnya seperti penggiat politik Permadi Arya alias Abu Janda dan penulis Nong Anda Darol Mahmada.

Loading...

“Manusia gua yang ingin bawa bangsa mundur peradaban balik ke jaman batu. Primitif blas,” kata Abu Janda.

“Ini kok g***** dan ngawur banget ya.. Apa hubungannya perawan dengan jadi atlit ya? Emang jd atlit senam mesti perawan apa? Kalo perawan bukan jd atlit tp jd bidadari aja noh di surga! @KemenporaRI gimana nih?,” kata @nongadah.

Imam Moklas selaku kuasa hukum Shalfa sangat menyayangkan dengan kejadian ini. “Kami kecewa dengan perlakuan tim kepelatihan yang mengusir Shalfa Avrila Sania hanya dengan asumsi soal keperawanan,” ungkap Imam Jumat, (29/11/2019) Kemarin.

Baca Juga  Atasi Limbah Sampah Organik, Gresik Produksi Massal Eco Enzym

Pihak pelatih juga disebut tidak menyeratkan surat resmi untuk pengembalian Shalfa ke orang tua ataupun surat keterangan bahwa Shalfa sudah tidak perawan.

Sesudah kejadian tersebut, orang tua Shalfa melakukan tes keperawanan di dokter kandungan Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri. Hasilnya, tidak seperti yang disebutkan pelatih.

Ayu Kurniawati, ibu kandung Shalfa, mengungkapkan, anaknya sempat diintervensi untuk mengaku bahwa anaknya sudah tidak perawan.

“Berdasarkan cerita anak saya dia diinterogasi oleh pelatihnya pada waktu itu, sampai anak saya ngomong ‘iya’. Akhirnya setelah ngomong ‘iya’ pelatihnya telepon saya,” kata Ayu sambil menyeka air matanya.

Reporter: Prastowo

Loading...
Artikulli paraprakSurat Rekomendasi Pencabutan Izin Tambang PT. BSI Diduga Ada Tekanan dan Paksaan
Artikulli tjetërTernyata! Oknum Guru yang Diduga Cabuli Siswi SD Berstatus PNS

Tinggalkan Balasan