Antisipasi Demo Pemuda Madura, Rantis dan Ratusan Polisi Siaga

5
Kendaraan Rantis di perempatan Jalan Kenjeran

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Meski batal, adanya rencana Pemuda Madura Peduli Islam yang akan menggelar aksi demo menolak Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, diantisipasi oleh petugas Kepolisian dengan menyekat akses masuk Kota Surabaya.

Penyekatan oleh petugas salah satunya dilakukan di akses Suramadu di traffic light Jalan Kenjeran Surabaya. Disana, selain ratusan anggota Kepolisian siap siaga juga ditempatkan satu kendaraan rantis guna menghalau massa aksi.

Rencana Pemuda Madura Peduli Islam Akan Demo Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta Dinilai Merusak dan Mencabik-Cabik Keutuhan Bangsa dengan Mempersoalkan Agama dalam Jabatan Negara, Selasa (22/12/2020).

Sebelumnya, terdapat penolakan terkait aksi demo ini. Salah satunya dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM Unair) yang menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam serta menyayangkan masih adanya pemikiran sempit sebagian masyarakat dengan mengkaitkan agama dalam berbangsa dan bernegara.

Baca Juga  Broadway Barbershop Cabang Ke-6 Kris Kencana Diresmikan Wakil Wali Kota Surabaya

Hal ini disampaikan Risyad selaku Wakil Presiden BEM Unair menyikapi berhembusnya kabar Pemuda Madura Peduli Islam yang akan melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran Irjen Nico Afinta sebagai Kapolda Jatim. Alasan Pemuda Madura itu berbau SARA hanya karena Kapolda Jatim saat ini beragama non muslim

Wakil Ketua BEM Unair Risyad sangat menyayangkan tuntutan tersebut karena dinilai kontraprodiktif dan bisa mengancam keutuhan bangsa

Loading...

“Namun jika disebutkan bahwa tuntutan aksi adalah penolakan terhadap Irjen Nico Afinta yang diangkat sebagai Kapolda Jatim karena non-muslim, menurut saya ini merupakan gerakan kontraproduktif yang justru akan mengancam keutuhan bangsa Indonesia”, tegasnya.

Menurut Risyad bahwa dengan tuntutan itu justru bisa merusak keharmonisan diantara warga Jawa Timur. Apalagi Kapolda Jawa Timur saat ini Irjen Pol Nico Afinta adalah asli arek Suroboyo.

Baca Juga  5 Rumah di Jember Terancam Longsoran

Setelah bermunculan penolakan, penanggung jawab kelompok Pemuda Madura Peduli Islam M. Ali Imron menyatakan pihaknya dengan sukarela membatalkan rencana diadakannya aksi yang sebelumnya dijadwalkan akan dihelat 22 Desember 2020 di depan Mapolda Jatim.

Pembatalan itu sesuai pada Keterangan Tertulis Surat Pertama Pemuda Peduli Islam, tanggal 18/12/2020.

“Aksi yang rencananya tanggal 22 Desember, kami nyatakan dibatalkan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (21/12/2020).

M Ali Imron menjelaskan secara keterangan tertulis, rencana aksi tersebut diurungkan lantaran kelompok tersebut mendukung kebijakan pemerintah dan menghargai sebuah perbedaan.

“Kami Pemuda Madura Peduli Islam menyatakan mendukung kebijakan Pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI, dengan Bhineka Tunggal Ika, dimana Indonesia di besarkan. Perbedaan itu juga kami anggap sebuah kekayaan budaya bangsa Indonesia,” jelasnya. (*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakSubhanallah! 30 Tahun Dimakamkan, Jasad Marbot Masjid di Banyuwangi Masih Utuh
Artikulli tjetërImigrasi Manado Serahkan WNA Amerika ke Kejaksaan karena Beri Keterangan Bohong

Tinggalkan Balasan