Anggota Polisi ini Mengadu ke Risma, Tanahnya Diserobot Oknum Kelurahan

4031
Pras (kanan) anak Suharsosno ketika ke kantor Walikota

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Moch. Suharsono, SH (58) warga Kelurahan/Kecamatan Bulak, Surabaya mengadu ke Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis (23/7/2020) siang.

Pria yang berprofesi sebagai anggota Polisi ini mengadukan masalah yang dialaminya terkait dengan status tanah yang dimiliki sesuai dengan Letter C, Persil No. 91, yang tepatnya berada Jalan Kalilom Lor Indah Gang Mawar sesuai dengan peralihan hak dari Letter C No.: 2617 atas nama Masjid Kalilom Lor, Surabaya.

Pemindahan hak tanah tersebut juga sudah melalui proses musyawarah warga RW 3 Kalilom Lor Kelurahan Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya tanggal 11 November 2014 tentang kesepakatan dan kesepahaman aset Masjid As-Shidiq (Masjid Kalilom Lor) melalui musyawarah tingkat Muspika. Dan, melalui koordinasi dengan tokoh ulama setempat.

“Juga Keputusan Sekda Kota Surabaya, sesuai dengan Nomor 593/4964/436.6.18/2014, tertanggal 18 September 2014. Perihal
Laporan Permasalahan Tanah Masjid
Kalilom Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, pada keterangan no urut 7 point b, yang menyatakan bahwa tanah dimaksud tidak tercatat dalam daftar aset pemerintah Kota Surabaya,” kata Suharsono.

Serta, lanjuntnya, Legalitas Yayasan Masjid Ash-Shiddiq Kalilom Lor, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0006179.AH.01.04 Tahun 2015. Perjanjian pengikatan jual beli melalui Notaris Angelo Bintang, SH. M.Kn Nomor 172 Akta Tanggal: 21 Juni 2015 dan kuasa menjual melalui Notaris Bintang, SH. M.Kn Nomor: 240 Akta Tanggal 24 Juni 2015.

Baca Juga  Anggota Komisi III Wihadi Wiyanto Minta Imigrasi Awasi Ketat Orang Asing Masuk Jatim Secara Ilegal

Suharsono juga mengatakan, jika perlu dia siap menyampaikan secara terbuka adanya oknum pejabat pemerintahan yaitu mantan Lurah Tanah Kali Kedinding yang bernama lbu Cici Lissa, dan staf Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya bapak Fajar, yang telah membuat keresahan di masyarakat.

“Kedua oknum itu me.buat statement bahwa tanah yang terletak di Jalan Kalilom Lor Indah Gg. Mawar Surabaya tersebut merupakan tanah aset pemerintah kota Surabaya,” tambahnya.

Loading...

Keresahan warga masyarakat khususnya yang bertempat tinggal di Jalan Kalilom Lor Indah Gang Mawar Surabaya juga selaku pemilik tanah juga merupakan anggota Kepolisian
Negara Republik Indonesia sebagai Panit Intelkam Polsek Kenjeran perlu menindak lanjuti dan meredam keresahan yang terjadi di masyarakat.

Dengan adanya keresahan yang ada di masyarakat tersebut, akhirnya melakukan penyelidikan dan mencari informasi pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) mulai dari kelurahan Tanah Kali Kedinding dan Kecamatan Kenjeran serta informasi dari masyarakat.

Hasil penyelidikan yang telah dilakukan didapat informasi bahwa pihak kelurahan Tanah Kali Kedinding dan pihak Kecamatan Kenjeran tidak ada atau tidak ditemukan bukti baru yang menunjukan bahwa status tanah No.: 2617 milik orang lain atau milk pemerintah kota Surabaya.

Baca Juga  Bus Bagong Terguling di Ngantru-Tulungagung, Berikut Daftar Korbannya

“Terkait Statement Fajar dengan mengatakan akan mencari bukti baru ke Jakarta masalah status tanah yang terletak di Jalan Kalilom Lor Indah Gg. Mawar merupakan tanah aset milik pemerintah kota Surabaya, kiranya sangat tidak mendasar dan terkesan membodohi masyarakat atau pembohongan publik,” jelasnya.

Harapannya, berdasarkan penjelasan tersebut, bilamana dari pihak pemerintah kota Surabaya
mempunyai bukti baru yang bisa menunjukan kepemilikan status tanah itu agar untuk segera dijelaskan kepada warga yang bertempat tinggal di alamat tersebut sehingga hal tersebut dapat meredam keresahan yang terjadi di masyakarat.

Namun apabila tidak ada bukti yang menunjukan bahwa status tanah tersebut milik pemerintah kota Surabaya agar dapat untuk segera membuka blokir pembayaran
PBB atau untuk pengurusan surat-surat kepemilikan atas tanah tersebut.

“Saya mohon dengan sangat agar ibu Tri Rismaharin Walikota Surabaya mengambil langkah bijak agar gejolak di masyarakat akibat ulah oknum pegawai pemerintah kota Surabaya tersebut diatas yang memberikan statmen tanpa ada buktinya,” tutup Panit Intelkam Polsek Kenjeran ini. (*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan