Anggota Geng Pelaku Pembunuhan di Surabaya Diamankan, Dua Masih Anak-Anak

Pelaku saat dipamerkan petugas

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Lima pelaku penganiayaan yang diduga anggota geng motor dibekuk Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sebelumnya 15 anggota geng diamankan, namun setelah menjalani pemeriksaan, dan 5 orang jadi tersangka.

Mereka, para pelaku ini menganiaya korban hingga tewas di sekitar Jalan Tembaan Surabaya depan kantor BNI Cabang Tembaan Surabaya pada, Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 04.30 WIB.

Lima pelakunya, AYH alias Salong (20) warga Jalan Bogen Surabaya. Perannya, yang mengajak di Group genk TEAM GUKGUKGUK (TGGG) untuk berkumpul, membacok korban dengan menggunakan clurit sebanyak dua kali.

RDC alias Adon (18) warga Jalan Barata Jaya, Surabaya. Peran membacok korban dengan menggunakan Clurit sebanyak dua kali.

BLRA (18) warga Jalan Kalijudan Surabaya. Peran mumukul korban dengan menggunakan balok kayu sebanyak satu kali.

Dua lainnya yang masih anak-anak adalah, MRAN dan MNIR. Keduanya juga berperan membacok korban dengan menggunakan Clurit sebanyak satu kali.

Dari mereka, Polisi mengamankan puluhan sepeda motor, 2 HP, 2 bilah senjata tajam jenis clurit, 2 bilah senjata tajam jenis gergaji, 1 bilah senjata tajam jenis Samurai, 4 potong kayu, 2 buah Bom Molotov, 2 senjata tajam Keris dan 2 buah batu.

Para pelaku merupakan anggota genk Team GUKGUKGUK (TGGG) dan anggota genk JAWARA, dan instagram genk JAWARA menginformasikan kepada semua anggotanya bahwa diundang tawaruan oleh anggota genk ALLSTAR.

Atas info itu, secara solidaritas semua anggota genk JAWARA kumpul dilapangan Magersari yang merupakan basecamp anggota genk JAWARA, Salong menginformasikan digroup whatsapp (WA) kepada anggota genk GUKGUKGUK (TGGG) lainnya untuk berkumpul di Kalijudan Surabaya.

Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, mereka ini adalah pelaku yang beberapa hari lalu melakukan penganiayaan hingga korbanya tewas.

Loading...

“Awalnya anggota kita mengamankan 15 pemuda. Setelah menjalani pemeriksaan, ke lima pelaku ini yang murni terlibat,” sebut AKBP Hartoyo, Rabu (2/11/2020).

Lanjut Hartoyo, lewat grup WA itulah
selanjutnya tersangka AYH , RDC, BLRA, MRAN, dan MNIR berkumpul dengan anggota genk GUKGUKGUK lainnya, dan menuju ke Bogen karena ada Genk ALLSTAR disana.

Saat itu, di Bogen sepi maka semua meluncur ke lapangan Magersari Surabaya untuk berkumpul antara genk TEAM GUKGUKGUK dan genk JAWARA menunggu kedatangan Genk ALLSTAR.

Pada sekitar jam 05.00 WIB, Genk ALL STAR datang kurang lebih 40 orang sambil menyembunyikan klason bersamaan menandakan tawruan dimulai. Saat itulah genk GUKGUKGUK dan genk JAWARA langsung menyerbu Genk ALLSTAR.

dan selanjutnya saat genk ALLSTA menyerbu korban turun dari sepeda motor sambil menyerbu genk JAWARA, saat genk TEAM GUKGUKGUK (TGGG) membantu mengakibatkan Genk JAWARA

Karena dihajar dua genk, hingga membuat genk ALLSTAR mundur. Saat mundur sepeda motor yang dikendarai korban digas dan terjatuh sehingga korban langsung diserbu oleh para pelaku dan mebacok serta memukul korban dengan kayu secara bersamaan.

Korban saat itu menderita 17 tusukan mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita juga menghimbau bagi pelaku yang terlibat diharapkan untiuk menyerahkan diri. Kepada orang tua juga diharapkan ikut mengawasi anaknya, jika mengetahui anaknya terlibat dalam kelompok genk ini diharapkan untuk menyerahkan atau petugas akan mengejar mereka,” ancam Hartoyo.

Mereka yang dibekuk akan dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 170 ayat (2) Ke-3e KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Berita sebelumyaKomitmen Gus Yani Jamin Sinergitas Pemkab dan Pemdes Demi Majukan Potensi Lokal
Berita berikutnyaKeren! Lemkapi Beri Reward Inovasi Polresta Banyuwangi saat Pandemi

Tinggalkan Balasan