Anggota DPRD Provinsi Jatim Ajak Milenial Manfaatkan IT untuk Berwirausaha

34

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Teknologi Informasi atau IT harus yang saat ini berkembang pesar harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jatim Deni Prasetya atau akrab dipanggil Deni mengajak kalangan muda atau milenial untuk memanfatkan IT secara maksimal untuk berwirausaha.

Ajakan Deni disampaikan dalam kegiatan sarasehan bertema Peran Pemuda di Era Digitalisasi, Sabtu (27/11/2021). Kegiatan sarasehan itu diikuti oleh 125 pemuda kader DPD Partai Nasdem Jember, bertempat di Aula Hotel Bandung Permai, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Menurut Deni, pentingnya melek teknologi di era digital saat ini. Memberikan banyak manfaat khususnya bagi generasi muda untuk mencari akses informasi. Untuk menambah khazanah ilmu dan untuk pengembangan UMKM.

“Begitu pentingnya di zaman modern sekarang ini, keseharian dari masyarakat itu tidak dipungkiri lagi. Bahwa sekarang ini tidak lepas dari yang namanya alat komunikasi smartphone,” ucap Deni saat dikonfirmasi sejumlah wartawan disela kegiatannya.

Baca Juga  Jaga Ponakan, Paman di Surabaya Malah Ngajak Wik Wik

Namun sayangnya, kata Deni, pemanfaatan dari teknologi IT tersebut kurang optimal. Karena teknologi smartphone hanya sebatas digunakan untuk kegiatan media sosial (medsos).

“Padahal tidak hanya untuk medsos. Manfaat lainnya banyak. Mulai dari belanja online, kegiatan untuk pendidikan, belajar mengajar. Bahkan sampai dengan memesan makan pun juga dilakukan secara online. Itu paling tidak informasi seperti itu bisa ditangkap dan diketahui oleh masyarakat yang ada di akar (tengah masyarakat),” katanya.

Loading...

“Sehingga kita undang, dan kita adakan kegiatan sarasehan peran pemuda terkait era digitalisasi. Agar pemanfaatan bisa optimal,” sambungnya.

Lebih jauh legislator dari Nasdem dapil Lumajang – Jember ini menambahkan. Dengan memanfaatkan teknologi dari smartphone, katanya, bisa juga untuk pengembangan UMKM.

“Contohnya ada penjual keripik yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga. Bagaimana keripik-keripik itu tidak lenyap. Paling tidak melalui digitalisasi ini bisa terakses dan bisa diketahui, bahwa ada produk dari desa A. Nantinya kan itu bisa jadi ciri khas (wilayah) sebagai pengembangan UMKM wilayah,” katanya.

Baca Juga  Guru Les Piano Digorok Tukang Servis TV di Kamar Mandi

“Begitu pula dengan budaya (wisata). Budaya di daerah B, itukan juga bisa terakses dan diketahui. Mungkin mengarah ke suku, agama. Paling tidak dengan adanya publikasi di era digitalisasi ini bisa direspon cepat. Bahkan nantinya juga oleh pemda (pemerintah daerah),” sambungnya.

Sehingga saat Pemerintah daerah memiliki konsep pengembangan UMKM ataupun wisata budaya. Masyarakat sudah paham dan tinggal mengembangkan.

“Seiring sejalan dengan niat pemerintah daerah untuk akselerasi. Tentunya jika sudah melek teknologi. Nah agen pelopornya pemuda. Jadi pemuda ini dibina untuk melek teknologi, tepat guna manfaat teknologinya. Sehingga bisa memberi manfaat lebih dan baik,” tandasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaPuluhan Poket Dalam Kamar Kost Siwalankerto, 1 Pria Diamankan
Berita berikutnyaJember Kembali Gelar Festival Cerutu Internasional

Tinggalkan Balasan