Anggap Kepemimpinan Bupati Musibah, Sekelompok Warga Jember Gelar Ruwatan

40

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Menganggap pemerintahan Bupati Faida sebagai musibah karena penuh permasalahan, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Butuh Bupati Baru 3B menggelar ruwatan.

Ruwatan yang diberi nama Ruwatan Bumi Jember itu digelar tepat di depan kantor Bupati Jember, Jumat siang (23/8/2019).

Ruwatan ini diikuti ratusan warga yang memakai baju tradisional Jawa dan Madura. Mereka juga membawa gunungan buah dan sayuran hasil bumi serta berbagai makanan dari kue buah hingga nasi tumpeng dan ingkung atau ayam panggang utuh.

Aksi diawali dengan orasi sejumlah tokoh masyarakat. Rata-rata mereka mengaku kecewa dengan kepemimpinan Bupati Faida selama ini.

Menurut kordinator ruwatan Kustiono ditengah aksi mengatakan kondisi Jember saat ini penuh dengan masalah. Indikasinya adalah LHP BPK 2018.

Loading...
Baca Juga  Kapolsek Baru Harapkan Kekompakan Layani Masyarakat Kedungadem

“LHP BPK menjadi klimaks perjalanan (pemerintahan bupati. Berdasarkan analisan kami dan teman-teman analis keuangan itu isinya mestinya diklaim disclaimer. Tapi yah gitu ternyata masih mendapat WDP (wajar dengan pengecualian). Padahal semuanya sudah ndak bener,” kata Kustiono usai ruwatan.

Kustiono juga menjelaskan kepada pihaknya telah melakukan berbagai upaya seperti mengingatkan secara lisan hingga gugatan hukum kepada Bupati Faida

“Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari mengingatkan secara lisan melaporkan ke aparat hukum, menggugat ke pengadilan ke parlemen semua sudah. Bahkan teguran dari gubernur, mendagri tidak pernah menjadikan perubahan,” jelasnya.

“Sehingga kami terinspirasi semua adalah kehendak Tuhan. Sesuai dengan tradisi leluhur kita coba ruwatan ini, ndak ada cara lain. Lapor polisi sudah, bahkan lapor presiden sudah, sehingga ini puncak kegelisahan kami (warga Jember),” lanjut Kustiono.

Baca Juga  Tebu Tidak Diangkat Diduga Mengalami Kerugian, Berikut Penjelasannya

Ruwatan kemudian diakhiri dengan memperebutkan gunungan buah dan hasil bumi serta makan nasi tumpeng bersama.

Reporter: Rio
Editor: Rizky

Loading...
Artikulli paraprakMakelar STNK Diamankan, Larikan Motor Konsumen
Artikulli tjetërDua Kapal Perang Koarmada II Kendala Cuaca Buruk saat Evakuasi KM. Santika Nusantara

Tinggalkan Balasan