Ancaman Resesi, Pengusaha Cerutu Jember: Justru Menguntung Kami

76

Jember,(kabarjawatimur.com) – Resesi yang mengancam perekonomian dunia dampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi dua tahun belakangan ternyata tidak berdampak pada industri cerutu. Resesi ekonomi justru berdampak positif bagi bisnis cerutu.

Sebagai kota tembakau dan cerutu dunia, resesi justru menguntungkan. Saat ini cerutu produksi dari Jember masih dapat bersaing dari negara-negara penghasil cerutu dunia seperti Cuba.

Menurut Direktur dari PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) Febrian Kahar, keuntungan dari Jember dengan tembakau dan cerutunya, mampu memberikan harga yang lebih murah dan terjangkau, tanpa menghilangkan rasa dan kenikmatan dari cerutu yang diproduksi.

“Kenapa saya bilang begitu, (harga) cerutu Kuba sudah mencapai 40 euro di negara sana (eropa) per batang, dari kita berkisar 2 – 6 euro, bahkan maksimal sampai 10 euro,”katanya.

Loading...
Baca Juga  Empat Desa di Kecamatan Soko Tuban Akan Ikuti Pilkades Serentak 2022

“Artinya (dengan kondisi resesi akibat pandemi), malah menguntungkan bagi kita. Karena dengan rasa yang sama tapi kita berani bersaing dan murah,” sambung Febrian saat ditemui di ruang Lobi Lantai Satu Pendapa Wahyawibawagraha, Jember, Jumat (22/7/2022).

Untuk pesaing dari pangsa pasar cerutu di dunia, lanjut Febrian, berasal dari tiga negara.

“Yakni pesaing kita ada dari Negara Nikaragua, Republik Dominika, Honduras. Itu memang pesaing kita, karena benih kita juga di bawa ke sana,” sebutnya.

Menurut data yang dimilki Pemkab Jember perputaran uang industri berbasis daun tembakau selama setahun terakhir mampu menembus angka 148 juta dollar. Dengan jumlah total 28 ribu ton. (*)

Baca Juga  Kabupaten Bojonegoro Ikuti Event Jatim Kominfo Festival

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakRatusan Motor Hasil Curian Ngandang di Polda Jatim
Artikulli tjetërPolisi Amankan Pengedar Putat Jaya Surabaya

Tinggalkan Balasan