Anak Kiai Pelaku Pencabulan Jombang, Polisi : Kami Beri Waktu 5 Hari Untuk Penuhi Panggilan

30
Kombes Pol Pitra Ratulangi.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Jatim telah menerima pelimpahan perkara pencabulan yang diduga dilakukan pelaku di Jombang, Jawa Timur.

Kasus pencabulan yang diduga dilakukan MSA (39), anak kiai sebuah pondok pesantren di Kabupaten Jombang, tersebut lebih dulu ditangani Polres Jombang.

MSA juga sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga saat ini yang bersangkutan belum pernah diperiksa.

Begitu dilimpahkan ke Polda Jatim, Penyidik Renakta Ditreskrimum Polda Jatim langsung mendalami kasus itu dan setelah dilakukan gelar perkara untuk melanjutkan penanganannya.

Petugas juga sudah menyimpulkan proses penyidikannya tetap dilanjutkan dengan status yang sama yaitu MSA sebagai tersangka.

Dirkrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi mengatakan, dalam gelar perkara terungkap dalam keterangan korban MN bahwa pelaku MSA melakukan ancaman juga kepada korbannya.

Baca Juga  Yang Berhak Terima Paket 5 Ribu Masker dan Sembako dari Polda Jatim juga DPR, Salah Satunya Ojol

“Ancaman itu, jika MN tidak mau disetubuhi maka akan menyesal seumur hidup. Karena dibawah tekanan sehingga korban MN merasa takut,” kata Kombes Pol Pitra Ratulangi, Selasa (21/1/2020).

Bahkan, ketika pelaku melakukan pencabulan terhadap korban juga dengan cara dibujuk rayu akan dijadikan istri, sehingga korban percaya dan pasrah untuk dicabuli.

Loading...

Lanjut Pitra, langkah selanjutnya penyidik Renakta akan melakukan pemeriksaan pemeriksaan lanjutan dan serangkaian tidakan Kepolisian lainnya guna membuat perkara ini menjadi semakin terang benderang.

Tindakan itu diantaranya penyidik tetap akan memeriksa MSA, oleh karenanya dihimbau kepada MSA untuk segera hadir memenuhi panggilan Polisi untuk dimintai keterangan sekaligus diberi kesempatan.

Pelaku juga dapat mengkonfirmasi dan mengklarifikasi data atau memberi penjelasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan laporan dari pihak korban MN tersebut.

Baca Juga  Lantik Dewan Kesenian Blambangan, Bupati Anas: Seni Budaya Instrumen Kekompakan dan Kemajuan Daerah

Dan dari hasil pemeriksaannya nanti Penyidik akan menganilisa secara yuridis. Pelaku juga dipersilahkan mengutarakan kepada pemeriksa saat pemeriksa menyampaikan pertanyaan kepadanya.

“Kami akan sangat menghargai jika MSA mau datang baik-baik untuk dimintai keterangan (tidak mempersulit proses penyidikan), dan sekarang perkara ini sudah ditangani Penyidik Renakta Polda Jatim,” tambah Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Petugas juga menghimbau agar MSA hadir ke Subdit Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim untuk memberikan keterangan, dan dipersilahkan jika mau didampingi pengacara saat diperiksa oleh Penyidik Renakta.

“Kami beri kesempatan kepada MSA untuk mempersiapkan diri dan hadir dalam waktu paling lama satu Minggu ke depan untuk datang memberikan keterangan kepada Penyidik,” tutup Kombes Pol Pitra Ratulangi. (*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan