Ambulans Covid-19 Berstandar WHO Milik Sekapuk Diklaim Baru Pertama di Gresik

191
Tim satgas covid-19 sekapuk saat hendak patroli pada malam hari dengan menggunakan ambulans covid-19.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Dalam melakukan pencegahan dan penanganan virus covid-19, Desa Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, nampaknya tidak mau kebobolan. Salah satunya dengan mendatangkan ambulans covid-19 berstandar WHO, yang dibelinya dengan anggaran senilai Rp 219 juta.

Mobil ambulans yang dipesan melalui dealer Suzuki UMC dan dirombak oleh karoseri PT Akindo (Anugerah Karya Indonesia) ini diklaim baru pertama di Gresik. Dan kabarnya di Jawa Timur baru ada 3 unit. Yakni milik Pemprov Jatim 2 unit dan satu lagi milik Pemdes Sekapuk.

“Mobil ambulans ini kita pesan melalui PT Akindo dengan menggunakan Dana Desa tahun 2020 senilai Rp 219 juta. Setahu saya di Jawa Timur baru ada 3 unit. Dan kalau di Gresik mungkin masih ada satu,” ujar Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim, Rabu (6/5/2020).

Baca Juga  Banser, Ansor, PSHT dan Tokoh Agama Deklarasi Anti Anarkisme di Polres Tanjung Perak

Dia menjelaskan, ambulans covid-19 ini berbeda dengan ambulans pada umumnya. Karena sudah dilengkapi dengan sinar ultraviolet, kabin terpisah atau bersekat dengan pengemudi, cendela kedap, terdapat alat filtrasi udara dengan dilengkapi hand sanitizer, APD lengkap dan tabung oksigen.

Loading...

“Kenapa kami memfasilitasi dengan mobil ambulans covid-19 berstandar WHO. Karena sesuai instruksi pemerintah pusat, anggaran DD agar digunakan untuk pencegahan covid-19. Salah satunya dengan ambulans ini,” ungkapnya.

Kendati belum ada yang terjangkit corona, Halim menyebut, warga di desanya cukup berpotensi. Pasalnya, wilayah desanya berada di jalur protokol nasional. Banyak pengemudi dari luar kota yang melintas dan kadang pula singgah di desanya.

Baca Juga  Bupati Bangkalan Serahkan Bantuan Insentif Guru Ngaji dan Madin 6 Bulan Sekaligus

“Kita harus mengantisipasi sejak dini. Karena tidak ada yang bisa menjamin, orang-orang dari luar kota yang berhenti sejenak di desa kami tidak terpapar corona. Oleh karena itu, kami perlu ambulans khusus covid-19,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Halim, ambulans ini bisa dipakai oleh tim satgas covid-19 desanya untuk melakukan patroli dan menyerukan himbauan dengan pengeras suara. Utamanya untuk membubarkan massa yang masih berkumpul saat jam malam.

“Kami juga bisa menggunakan mobil ambulans ini untuk patroli malam hari untuk membubarkan kerumunan massa. Seperti di warung dan tempat nongkrong lainnya. Tentunya akan kita siagakan 24 jam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan