Ambil Paksa Mobil, Enam Debt Colletor Ditahan

13
Para pelaku pengambil mobol secara paksa diamankan di Polrestabes Surabaya

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Nekat merampas sebuah kendaraan bermotor jenis mobil Suzuki Splash milik Moh.Fasa, enam orang yang berprofesi sebagai debt collector ditangkap oleh unit Harda(Harta Benda) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Enam pelaku tersebut bernama Choki (46) asal Wage Sidoarjo ,Yoel (34) asal Geluran Candi Sidoarjo,Patra (26) asal Candi Sidoarjo, Jefri 31) asal Pondok Jati Sidoarjo ,Candra (21) asal Candi Sidoarjo dan feriyandi (24) asal Gelurahan Candi Sidoarjo .

Semua tersangka selaku Debt collector tersebut tanpa membawa surat kuasa menghentikan mobil Splash yang dikendarai oleh korban saat melaju di Jalan Tanjungsari, Surabaya. Dengan alasan ada permasalahan pembayaran angsuran oleh konsumen sebagai debitur dari BCA Finance.

Baca Juga  Alejandria & Hugo Dreibeinchen Und Champion Katerbruder Abgrasen Verbinden Das Unsere kí¼chen Within Schorndorf

Kompol Bayu Indra Wiguno Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, aksi pemerasan dan perampasan kendaraan bermotor berhasil diungkap oleh Unit Harda Satreskrim, yang dilakukan oleh 6 orang tersangka. Dimana tersangka ini berprofesi sebagai Debt Collector penagihan namun tanpa legalitas yang sah kemudian dalam pelaksanaannya dari pihak korban merasa dirugikan dan kemudian melaporkan kepada polisi.

Loading...

Para pelakunya dibekuk karena terbukti bahwa tanpa legalitas yang benar mereka telah melakukan tindakan main hakim sendiri .Mereka langsung melakukan penarikan kendaraan milik korban.

“Para pelaku ini memepet korban di tengah jalan, kemudian langsung mengambil alih setir dan memaksa langsung membawa kendaraan beserta orang tersebut ke tempat yang mereka siapkan”,kata Bayu kepada kabarjawatimur.com,Selasa (18/10/2016).

Baca Juga  Bupati Gresik Sebut Gerakan Literasi Bagian dari Penyumbang IQ Nasional

Masih kata Bayu, tentunya cara demikian tidak dibenarkan karena dengan memaksa hingga mengambil alih kemudi itu sudah termasuk perampasan. Semua pelaku akan dijerat dengan pasal 365 ataupun 368 KUHP yang ancamannya hukumannya hingga 9 tahun penjara.

“Menurut pengakuan yang bersangkutan ini baru satu kali beraksi, dan mendapat imbalan dari yang mendapatkan kuasa upah Rp.400.000 perorangnya,”,tutup Bayu Indra.

Penulis : Ekoyono, Editor : Budi, Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakWalikota Surabaya Belajar Tata Kota dari Game
Artikulli tjetërSatpam Tertangkap Jadi Pengecer Togel

Tinggalkan Balasan