Amankan Makelar Tanah, Ditreskrimum Polda Jatim Sita Cek dan Uang Tunai Ratusan Miliar

16
Polisi pamerkan barang bukti dan pelakunya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Terlibat aksi penipuan, AW, (41) warga Jalan Ahmad Yani Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya ditangkap Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Dia dibekuk di daerah Solo Jawa Tengah.

Ditangkapnya AW, itu setelah melakukan pemalsu surat keterangan palsu kedalam akta autientik atau penipuan atau penggelapan berkaitan dengan SHM 656 dan 657, yang terjadi pada tahun 2017 sampai 2019 yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, dugaannya pelaku menggelapkan SHM milik ER dan milik MR yang terjadi pada tahun 2017 sampai tahun 2019. Kejadian tindak pidana penipuan ini terjadi di Desa Tambaoso Oso, Kabupaten Sidoarjo.

Baca Juga  Jember Build Tech Carnaval Bukan Pameran Biasa

“Kejadian ini terjadi pada 2017-2019 lalu di Sidoarjo. Dari penangkapan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 lembar cek bank sinilai 225 Miliar uang tunai sebanyak 1,5 Miliar serta ada 3 kendaraan roda empat dan beberapa roda dua,” sebut Gatot, Senin (25/1/2021).

Loading...

Sementara itu Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto, menyebutkan, tersangka atas nama AW bertindak seolah-olah sebagai makelar tanah. Untuk meyakinkan korban, tersangka memberikan cek dengan nilai 225 Miliar kepada korban.

Disamping itu, tersangka juga memperlihatkan kepada pelapor beberapa uang yang diduga palsu yang ada di dalam lemari pakaian tersangka dengan nilai 6  Miliar Sehingga pelapor menyerahkan 3 SHM kepada terlapor/tersangka.

Baca Juga  Dorong Prestasi Kerja, Bupati Bojonegoro Lantik 52 Pejabat

“Untuk meyakinkan korban, tersangka menyerahkan cek kepada korban, selain itu tersangka juga memperlihatkan uang senilai 6M kepada korban,” ucapnya.

Oleh pelaku, 3 SHM milik para korban, digadaikan ke pihak lain dengan nilai 43,7 Milyard. Inilah yang digelapkan oleh tersangka, uang hasil penipuan ini digunakan untuk membeli mobil serta tanah yang sudah diamankan polisi.

“Usai tersangka membawa 3 SHM milik korban, tersangka menggadaikan sertifikat tanah milik korban ke orang lain dengan nilai 43,7M,” tambahnya.

Tersangka sendiri akan dikenakan pasal 372, 378 dan pasal 3 pasal 4 pasal 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dan sudah dijebloskan kedalam penjara.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakBanyuwangi Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas untuk SMA Sederajat
Artikulli tjetërDPRD Surabaya Minta Pemkot Perhatikan Ekonomi Masyarakat Jelang Perpanjangan PPKM

Tinggalkan Balasan