Alumnus Unibang: UTM Bukan Kampus Tidak Muhammadiyah

221
Foto: Sayful Ismail Alumnus Universitas Bangkalan (Unibang) 1995

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) merupakan kelanjutan dari Universitas Bangkalan (Unibang), berubah statusnya dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 85 Tahun 2001 Tertanggal 5 Juli 2001.

UTM diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dilansir dari website resmi Universitas Trunojoyo Madura (Trunojoyo.ac.id) Gus Dur menyampaikan sambutannya bahwa keinginan masyarakat Madura untuk memiliki Universitas Negeri telah tercapai.

Namun sangat disayangkan, kampus kebanggaan masyarakat Madura itu kini tercoreng lantaran pernyataan pimpinan kampus UTM. Diduga Agung Ali Fahmi Wakil Rektor III UTM yang melecehkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Karena beredar sreenshoot percakapan digroup IKA PMII KOM UTM. Dalam group internal tersebut Agung Ali Fahmi (nomor 081330xxxxxx) terlihat mengirim sebuah link berita dengan judul “Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah”.

Berikutnya ia menanggapi berita itu dengan tulisan. ‘Itu baru benar…👆… bahwa kampus UNMUH ya khusus Muhammadiyah… HMI itu gak punya induk, ibunya “Masyumi” sudah wafat… Yatim Piatu… mumpung masih bulan Muharam kalau ketemu anak HMI elus kepalanya,” tulisnya.

Baca Juga  Spesialis Pencuri Dompet Dalam Mobil Dibekuk, Pelaku Dua Orang Pria

Lalu ditanggapi oleh anggota group bernama BEM Rosy. “Pertanyaan apakah UNMUH semua mahasiswanya adalah Muhammadiyah??? He,” tanggapannya bertanya.

Tanggapan lain muncul dari anggota group itu, dengan komentar: ‘UTMpun diusir lewat tulisan karena panitia ngajak maba ikut PMII,” tulis anggota group bernama Taufik Hidayah dengan nomor 085731xxxxxx.

Kemudian ditanggapi oleh Agung Ali Fahmi dengan tulisan: “Lho Kampus UTM itu NU…. singkatnya, Universitas Tidak Muhammadiyah…,” tambahnya disertai Emoticon tertawa.

Loading...

Alumni Unibang Syaiful Ismail, S.H., M.H merespon dugaan pelecehan tersebut. Menurutnya wakil rektor III merupakan orang tua dari seluruh mahasiswa UTM. Seharusnya kata dia, merangkul semua golongan, baik HMI, PMII, IMM, GMNI serta organisasi ke mahasiswaan intra maupun ekstra kampus, sehingga ketika sudah lulus dari UTM menjadi alumni yang berkualitas.

“Wakil rektor bidang kemahasiswaan adaalah orang tua semua mahasiswa UTM, saya sebagai kader HMI mengecam dan tidak pantas orang tua mahasiswa melontarkan pernyataan seperti itu,” ungkapnya.

Syaiful menceritakan semasa dirinya kuliah di Unibang tahun 1995-1999 sebelum menjadi UTM. Ia mengatakan, tidak akan pernah ada UTM jika tidak ada Unibang.

Baca Juga  Binda Korwil Jember Dampingi Dinas Kesehatan Kejar Capaian Vaksinasi Dosis 2 dan Boster

Syaiful menuding bahwa, Agung Ali Wafa tidak mengetahui sejarah tentang UTM. Karena kata dia, tidak akan pernah ada UTM jika tidak ada Unibang. “Itu tidak tahu sejarah tentang UTM, tidak ada UTM kalau tidak ada Unibang,” ucap Syaiful seraya mengecam pernyataan wakil rektor bidang ke mahasiswaan itu.

Diceritakan dia, kader HMI turut berjuang dalam proses peningkatan status dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri atau PTN. “Dulu semua bersama-sama terlibat termasuk dari kader HMI ikut berperan, berjuang menjaga eksistensi Unibang, termasuk proses peningkatan status negeri-nya,” ungkap dia.

“Tidak moro-moro ada UTM,” tambah mantan Presiden mahasiswa (Persma) Unibang tahun 1998-1999 itu.

Mantan Anggota komisioner KPU Bangkalan itu mengecam pernyataan wakil rektor 3 itu, karena pernyataan tersebut tidak pantas dilontarkan. “Tidak tahu perjalanan yang dulu-dulu. dulu Unibang semua berproses kemudian jadi UTM,” imbuhnya.

Berulang kali, Kabarjawatimur.com berusaha mengkonfirmasi melalui jaringan telepon seluler, namun Agung Ali Fahmi tidak memberikan tanggapan baik melalui Telepon atau pesan Whatshap. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprak3 Narapidana Asing Beresiko Tinggi Dipindahkan Ke Nusakambangan
Artikulli tjetërMulai Mantan Pejabat, Dokter Hingga Pengusaha Ikut Penjaringan Pilbup di PDIP Gresik

Tinggalkan Balasan