Alumni Tuding Wakil Rektor III UTM Lecehkan HMI

183

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Sebuah Screenshoot percakapan disebuah group WhatsApp bertulis IKA PMII KOM UTM dengan nomor 081330xxxxxx dengan nama Agung Ali Fahmi, mendadak viral.

Dalam group internal IKA PMII tersebut Agung Ali Fahmi terlihat mengirim sebuah link berita dengan judul “Sejumlah Kader IMM dan Wapresma Usir PMII dan HMI dari Kampus Muhammadiyah”.

Berikutnya ia menanggapi berita itu dengan tulisan. ‘Itu baru benar…👆… bahwa kampus UNMUH ya khusus Muhammadiyah… HMI itu gak punya induk, ibunya “Masyumi” sudah wafat… Yatim Piatu… mumpung masih bulan Muharam kalau ketemu anak HMI elus kepalanya,” tulisnya.

“Lho Kampus UTM itu NU…. singkatnya, Universitas Tidak Muhammadiyah…,” tambahnya disertai Emoticon tertawa.

Diketahui Agung Ali Fahmi adalah Wakil Rektor 3 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) diduga melakukan pelecehan terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pernyataan itu mendadak viral dan menuai reaksi Kader HMI dan KAHMI di Kabupaten Bangkalan. Ketua cabang HMI Bangkalan terpilih Efendi Pradana mengatakan, Agung Ali Fahmi ini tidak paham sejarah perkembangan bangsa, dan juga dia tidak mempunyai kapasitas untuk menjustifikasi HMI sebagai underbow ormas manapun.

Baca Juga  Saat ini, Polisi Kembali Gencar Lakukan Patroli Keramaian, Warkop dan Cafe

“Dia tidak paham sejarah HMI, meski dia wakil rektor tidak punya kapasitas untuk melecehkan HMI,” ujar Mantan Komesarit Isib UTM itu. Sabtu (14/9/2019).

KAHMI (Korps Alumni HMI) Bangkalan mengecam percakapan yang diduga dilakukan wakil rektor 3 UTM itu meskipun dalam group internalnya. Hairus Zaman mengatakan, dirinya sebagai alumni UTM sangat malu dengan pernyataan itu.

Loading...

“Iya memang ada yang mengirim screnshootnya di group dan saya baca,sebagai alumni HMI saya mengecam pernyataan itu, kalau itu bener bener warek 3 UTM, orang itu tidak pantas menjadi warek 3 UTM, mebuat malu banyak alumni UTM, masak ada akademisi punya jabatan wakil rektor miskin literasi,tidak paham sejarah perjuangan organisasi kemahasiswaan,” ungkap Zaman, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM itu.

Senada, Jimhur Saros menanggapi juga pernyataan kontroversial yang diduga dilakukan Wakil Rektor 3 UTM itu. Jimhur mengatakan bahwa itu sangat tidak wajar dan bahkan sangat kurang hajar.

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

Jimhur mengatakan, dari pernyataan itu Agus Ali Fahmi sangat tidak pantas dan tidak layak menjadi wakil rektor. Oleh karena itu, Jimhur meminta kepada pihak Kampus untuk menurunkan dia dari jabatannya.

“Itu kurang hajar, sebagai wakil rektor itu sangat tidak pantas, itu wajib diturunkan dari jabatannya,” kata Jimhur dengan nada penuh kekesalan.

Selanjutnya, KAHMI dan Kader HMI Bangkalan akan merapatkan barisan untuk mengkaji. Karena kata Jimhur, itu merupakan pelecehan dan pencemaran nama baik terhadap organisasi HMI. Selain itu ia akan melaporkan kepada aparat kepolisian.

Menurutnya, itu merupakan pelecehan atau pencemaran nama baik terhadap organisasi, melanggar pasal 310 ayat 1 KUHP dan pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang pelecehan atau pencemaran nama baik. “Itu pelecehan, ada undang-undangnya kita akan laporkan itu,” katanya.

Selain itu, pihaknya akan somasi kampus UTM dan akan menggelar demo besar-besaran. “Kita akan kepung UTM, turun dia dari jabatannya sebagai wakil rektor,” tandasnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakJelang Kebo-keboan, Warga Alasmalang Gelar Do’a Bersama
Artikulli tjetërIkan Hiu Tutul dan Penyu Hijau Ditemukan Mati di Pantai Jember

Tinggalkan Balasan