Pendemo saat menyantap Nasi Kotak pemberian Polisi. (Foto:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Dalam aksi demo tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja jilid tiga di Banyuwangi, Jawa Timur berlangsung aman, damai, dan tidak ricuh. Hal tersebut ternyata diredam oleh pihak Kepolisian Polresta Banyuwangi dengan memberikan nasi kotak kepada pendemo.

Massa pendemo sendiri berjumlah puluhan saja, yang terdiri dari sejumlah aktivis organisasi pergerakan mahasiswa dan pelajar. Namun, oleh Polisi, sejumlah pendemo juga berhasil diciduk oleh Polisi lantaran membawa petasan.

“Ada 6 orang yang akan diperiksa karena kedapatan membawa petasan. Kita masih berupaya mencari tahu, tujuannya apa. Juga sebagai efek pembelajaran supaya tidak membawa petasan, karena itu berbahaya,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Senin (26/10/2020).

Baca Juga  Diduga Mabuk, Pria di Rungkut Kidul Aniaya Tetangganya

Pendemo kali ini terlihat santai berdiskusi bersama polisi di depan Kantor DPRD Banyuwangi. Selanjutnya para pelajar juga mendeklarasikan penyampaian aspirasi secara damai.

Loading...

“Kita kumpulkan tadi, kita berikan sosialisasi dan alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa ada aksi anarkis. Semua dijalankan sesuai dengan baik. Sebagian sudah ditemui oleh anggota DPRD setempat,” ujarnya.

Dijelaskan Kapolresta, sebagian anak dibawah umur yang dipulangkan. Tujuannya untuk meminimalisir keikutsertaan para pelajar. Sesuai undang-undang perlindungan anak, bahwa anak dibawah umur dilarang dilibatkan dalam kegiatan aksi demo.

“Ada beberapa yang dipulangkan. Karena dibawah umur dan ini sudah diatur dalam undang-undang,” papar Kapolresta.

Sementara itu, salah satu pelajar yang dipulangkan mengaku hanya diajak oleh teman-temannya untuk ikut aksi kali ini. Bahkan, dia tidak mengetahui apa tujuan sebenarnya dari aksi Omnibus Law tersebut.

Baca Juga  Wagub AAL Terima Audiensi Komite Putra Putri TNI AL

“Tidak tau apa maksudnya. Taunya hanya demo Omnibus Law saja. Saya hanya diajak teman. Dan ini mau pulang, tadi disuruh sama pak polisi. Daripada dilaporkan Kepala Sekolah,” papar Wahyudi, salah satu pelajar yang ikut terlibat aksi tolak UU Cipta Kerja. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaKecamatan Gubeng Belum Laksanakan Perpanjangan Bantuan UMKM
Berita berikutnyaPandawa BPJS Kesehatan Ciptakan Optimalisasi Pelayanan

Tinggalkan Balasan