Aksi Geruduk 25 Desa Miskin Ekstrem di Bangkalan Rampung

48
Tim SLRT Dinas Sosial Bangkalan

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan melalui tim Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) telah menyelesaikan pendataan warga kurang mampu di 25 desa yang dinyatakan miskin esktrem.

Pendataan 25 desa yang tersebar di 5 Kecamatan itu dilakukan selama 2 bulan, sejak 22 November 2021 dan selesai pada 20 Januari 2022.

Pertama pendataan dilakukan di Kecamatan Blega meliputi, Lombang Dajah, Desa Alas Rajah, Bates, Karang Nangka dan Rosep. Kecamatan Geger meliputi, Desa Lerpak, Togubang, Katol Barat, Banyoning Laok, dan Geger. Kecamatan Kokop meliputi Desa Durjan, Bandang Laok, Tlokoh, Mandung dan Katol Timur. Kecamatan Konang meliputi Desa Genteng, Durin Timur, Durin Barat, Batokaban, dan Galis Dajah. dan terakhir di Kecamatan Modung meliputi Desa Serabi Timur, Kolla, Pakong, Patenteng, dan Alas Kokon.

Kepala Dinas Sosial Bangkalan, Wibagio Suharta mengatakan, pendataan di desa-desa miskin ekstrem ini telah selesai lebih cepat dari yang ditargetkan. Dia pun berharap melalui pendataan ini bisa membawa manfaat dan membantu warga miskin.

Baca Juga  Lamongan Bersinergi, Wujudkan Capaian Desa Mandiri

“SLRT ini ada dalam Permensos sejak tahun 2018, bukan hanya tingkat kabupaten, namun juga mulai tingkat Kecamatan hingga desa, ditingkat desa ini namanya Puskesos,” ucapnya, Kamis (20/01/2022).

Loading...

Wibagio mengatakan, selama dua tahun terakhir SLRT Bangkalan sudah nampak dimasyarakat dengan melakukan tugas beberapa tugas seperti survei penerima bantuan pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin (Biakes Maskin).

“Adanya SLRT disetiap Kecamatan ini nantinya bisa menjadi tempat pengaduan bagi masyarakat perihal apapun. Dengan tugas mulia ini bisa terus kita jalankan sesuai dengan tigeline ikhlas tanpa pamrih membantu masyarakat miskin,” ungkapnya.

Penanggungjawab tim SLRT Bangkalan, Mahmudi Ibnu Khotib menyampaikan terimaksih kepada semua tim yang tanpa lelah melakukan penyisiran ke pelosok desa untuk mendata warga kurang mampu selam dua bulan lamanya.

Baca Juga  Targetkan Naik Kelas Jadi Negara Maju, Mendag Lutfi: ASEAN Harus Kompak Respon Perkembangan Ekonomi Dunia

Mahmudi mengatakan, aksi gruduk desa SLRT Bangkalan ini menemukan banyak hal dilapangan, mulai dari kehidupan masyarakat serba terbatas, mengidap penyakit ganas bertahun-tahun, serta warga yang tidak memiliki dokumen kependudukan.

“Alhamdulillah dengan berkolaborasi bersama RSUD dan Dispenduk Bangkalan kita bisa membantu warga miskin untuk pengobatan secara gratis, serta perekaman e-KTP ke desa-desa,” ucapnya.

“Dan juga warga miskin yang tidak masuk DTKS kita juga entri-kan ke DTKS sesuai dengan hasil survei dilapangan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelum penutupan pendataan di 25 desa ekstrem Dinsos bersama SLRT Bangkalan membagikan bantuan beras kemasan 5 kilogram kepada keluarga tidak mampu di Desa Alaskokon.

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakKadiv Propam: Kami Sayang Anggota, Tindak Tegas Yang Melanggar
Artikulli tjetërWarga Desa Paseban Temukan Bayi Laki-Laki

Tinggalkan Balasan