Akitivis PMII Senior Kusbandono: Bentrok Tidak Perlu Terjadi jika Faida Menemui Mahasiswa

14

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Dua orang mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus dilarikan ke rumah sakit pasca unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jember, pada Selasa (15/10/2019) siang.

Keduanya harus menjalani perawatan karena sesak nafas serta mengeluh sakit di bagian perut.

Kondisi ini membuat Kusbandono aktifis senior PMII Jember prihatin. Menurut Kusbandono yang juga kandidat calon bupati Jember ini, aksi kekerasan ini bisa dihindari jika Bupati Faida mau menemui mahasiswa.

“Peristiwa ini membuktikan jika selama ini Faida menggembar- gemborkan peduli hak asasi manusia ternyata nol besar,” kata Kusbandono saat dikonfirmasi.

“Terkait tindakan polisi sesuai SOP adalah persoalan teknis dilapangan tapi bentrokan sebenarnya bisa dihindari jika Faida peduli dengan apa yang diperjuangkan mahasiswa, mau menemui mahasiswa,” lanjutnya.

Baca Juga  Diduga Terlibat Money Politik Oknum Satpol PP di Banyuwangi Dilaporkan ke Bawaslu
Loading...

Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa menurut Kusbandono adalah bentuk perjuangan mahasiswa terkait reforma agraria.

Sedangkan keengganan menemui mahasiswa menurut Kusbandono bukti Faida tidak peduli dengan rakyat kecil yang menginginkan reformasi agraria.

“Ketidak pedulian Faida itu terlihat saat (peringatan) Hari Tani lalu. Faida juga tidak menemui para petani yang berunjuk rasa mengusung isu reforma agraria,” jelas Kusbandono.

Diketahui Bupati Faida tidak mau menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung Pemkab Jember. Bahkan saat Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menelponnya tidak diangkat.

Faida justru menemui ratusan mahasiswa penerima bea siswa di Aula Sudarman yang berada satu atap dengan kantor Pemkab Jember.

Baca Juga  3 Cawabup Jember Siap Sejahterakan Disabilitas

Sedangkan dua mahasiswa yang dirawat di rumah sakit adalah Rangga mahasiswa Universitas Jember di rawat RSD Dr Soebandi dan Latif mahasiswa IAIN Jember di rawat di RS PTP Kaliwates.

Reporter: Rio

Loading...

Tinggalkan Balasan