Air Sumber Urip Bumiharjo Dipercaya Mampu Obati Penyakit

386

BANYUWANGI (kabarjawatimur.com) – Berada di lereng Gunung Raung Banyuwangi memiliki banyak mata air alami. Seperti Sumber Urip di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Mata air ini dipercaya mampu mengobati penyakit. Selain itu, lokasinya juga sakral. Konon, kawasan ini berkaitan erat dengan tokoh penyebar Agama Hindu di Bali, Maha Rsi Markandya. Seperti apa kondisinya ?

Mata air sumber Urip juga dikenal dengan Sumber Beji. Ditemukan sekitar tahun 1990-an. Sebelumnya, mata air ini tertimbun rimbunnya hutan lindung. Mata airnya keluar dari bongkahan batu. Sejak tahun 2007, kawasan ini dibangun, ditata rapi.

IMG_0159-1

Pembangunan diprakarsai komunitas umat Hindu di sekitar lokasi. Di atas mata air, ditempatkan arca Dewi Gangga membawa kendi. Dari sumber air dialirkan mengunakan delapan pancuran kepala naga.

Aliran air tersebut juga diarahkan ke persawahan warga. Tempat ini biasanya digunakan mengambil air suci untuk persembahnyangan umat Hindu. Hampir setiap hari ada saja pengujung yang datang.

Rata – rata para peziarah spiritual dan Beberapa diantaranya mengambil air untuk dibawa pulang. Kawasan di areal Perhutani ini dijadikan kawasan penyangga hutan lindung. Luasnya sekitar 100 meter persegi.

sumber uripSejak ditetapkan sebagai cagar budaya, masyarakat dilarang menebang phon dan mengotori lokasi tersebut. Sumber Beji ini juga dikenal sebagai sumber Urip. Salah satu alasannya, mata airnya abadi, menjadi sumber kehidupan.

Loading...
Baca Juga  Giliran Pegupon Dinoyo Surabaya Dirobohkan

Udara di sekitar sumber Beji ini benar – benar alami. Sebab, berada di kawasan hutan lindung. Tak heran jika menjadi jujugan para peziarah. Banyak warga dari berbagai daerah mencari ketenangan di tempat ini. Ada juga yang mencari air untuk kesembuhan. Lokasinya juga sangat cocok untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga.

Dari Sumber Beji, ada suatu tempat lagi yang cukup sacral. Lokasinya, sekitar 1 kilometerke utara. Namun, hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Tempat ini dikenal dengan Watu Gantung.

Bentuknya unik,Bongkahan batu yang mengantung, Namun, tak bisa jatuh. Tempat ini juga diyakini berkaitan dengan sumber Beji.

Meski di lereng gunung, dua tempat ini bisa dijangkau dengan mudah. Pengunjung bisa membawa kendaraan roda dua maupun roda empat. Lalu, parker di lapangan. Setelah itu, berjalan kaki menuju lokasi. Sepanjang perjalanan, deretan pepohonan alami menyambut ramah.

Tak jauh dari Sumber Beji, ada Candia gung Gumuk Kancil yang tak kalah indah. Candi mirip Prambanan diresmikan, 11 Agustus 2002. Konon, candi berbahan batu gunung ini kerap dijadikan tempat membayar kaul. Artinya, jika permohonannya dikabulkan, sang pemohon akan dating lagi untuk mengelar ritual.

Baca Juga  Punya Banyak Potensi, Jember Dapat Apresiasi

Candi ini juga bersetatus cagar budaya. Bahkan, salah satu tujuan wisata spiritual yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sayangnya, biaya perawatan candi masih mengandalkan sumbangan dari pengunjung.

Konon, sejak dulu Gumuk Kancil, tempat berdirinya candi ini dikenal mistis. Sebelum ada candi, pengikut kejawen sering menggelar ritual di tempat ini. Bahkan para pemburu binatang berdoa di tempat ini sebelum melakukan perburuan.

Dari catatan sejarah, kawasan lereng Gunung Raung dahulunya menjadi pusat asrama Maha Rsi Markandeya, salah satu tokoh spiritual avad ke-7 Masehi. Sebelum hijrah ke Bali, Rsi Markandiya hidup dan memiliki banyak pengikut di lereng Gunung Raung.

Dikisahkan, Rsi Markandiya mengajak sekitar 800 pengikut menyebrang ke Bali. Sampai di pegunungan Toh Langkir, Besakih, Karangasem, dari sebagian besar pengikutnya meninggal akibat terserang penyakit.

Setelah bersemedi, Rsi Markandiya bersama sebagian pengikutnya kembali lagi ke lereng Raung. Keanehan muncul, pengikutnya mendadak sembuh setelah mandi mandi di lereng Raung. Sejak itu, tempat tersebut dikenal dengan Sugih Waras.

Reporter : Eko Prastyo
Editor : Agus
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakWarga Sumber Agung Gagalkan Pemasangan Listrik PLN
Artikulli tjetërSMK N 6 Malang Terima CSR Dari PT. XL Axiata Tbk

Tinggalkan Balasan