Ahli Waris Eks Kebun Ketajek Minta Redis

9

Jember,(kabarjawatimur.com) – Sejumlah warga yang mengatasnamakan Perkumpulan Perjuangan Petani Tanah Ketajek (P3TK) mendatangi kantor desa Pakis Kecamatan Panti. Kedatangan mereka untuk menyerahkan berkas pengajuan sertifikat tanah redistribusi (redis) sebagaimana Peraturan Pemerintah (PP) No. 224 Tahun 1961.

Koordinator P3TK Buang 70 tahun menginginkan tanah eks HGU PDP tersebut segera tersalurkan ke pemilik sah ahli warisnya sebagaimana SK Kepala Inspeksi Agraria Provinsi Jawa Timur nomor 1/Agr/XI/122/HM/III tertanggal 17 Desember 1964, atau yang dikenal dengan SK 64.

“Kita selaku ahli waris SK 64 hari ini menyerahkan berkas pengajuan tanah redis ke kepala desa agar segera ada verifikasi. Pemilik asli tanah eks HGU PDP Ketajek merupakan ahli waris sebagaimana yang tercantum dalam SK 64,” ungkap Buang alias Pak Yanti, salah satu ahli waris SK 64, warga Desa Pakis, Senin (21/11/2022), di kantor Desa Pakis.

Baca Juga  Desa Sidomulyo Raih Predikat Desa Terbaik Se-Jatim

Buang juga menyampaikan bahwa saat ini banyak warga bukan sebagai ahli waris SK 64, namun mengelola lahan eks HGU PDP. “Pemerintah sempat mengelola tanah Ketajek yang tercantum dalam SK 64, namun pemerintah melepaskan lagi dan memberikan kepada ahli warisnya melalui SK 2013 dengan melalui koperasi Tani Ketajek semasa almarhum Suparjo,” ucap Buang.

Loading...

“Ternyata, yang bukan ahli waris SK 64 banyak mengelola tanah eks HGU PDP, sementara ahli waris SK 64 banyak yang tidak mengelola. Termasuk lahan yang dibabat orang tua saya, yang namanya tercantum dalam SK 64 dan ternyata lahannya dikelola orang lain,” jelasnya.

Buang juga merasa heran, ada warga yang tidak berjuang dan ternyata menduduki atau mengelola lahan orang. “Saya berharap tanah eks HGU PDP ini segera diserahkan ke ahli waris SK 64, sebab sudah terlalu lama berpolemik,” tuturnya.

Baca Juga  Generasi Bebas Stunting, Bupati Bojonegoro Harapkan Sinergisitas Semua Pihak

“Tanah Ketajek eks HGU PDP ini bermasalah sejak tahun 1997, sekitar tahun 1999 sempat bergejolak dan memakan 1 korban jiwa mati karena tertembak. Jika tidak diberikan ahli waris SK 64, maka kami akan tetap berjuang untuk mendapatkan hak kami,” pungkasnya.

Sementara Zaeni, Kades Pakis membenarkan sudah menerima 40 berkas pengajuan sertifikat tanah redis eks HGU PDP. “Kami selaku pemerintah desa bertugas menampung aspirasi masyarakat terkait tanah Ketajek,” tuturnya.

“Selanjutnya kita akan mengikuti petunjuk pimpinan, seperti Muspika, bupati dan BPN. Jika ada perintah maka kita akan melaksanakan, misalkan kemarin membentuk Pokmas Redis, yang sudah mendapat pembekalan dari Kasi pem kecamatan,” terangnya.

Zaini juga mengatakan bahwa pihaknya akan membawa berkas pengajuan tanah redis ahli waris SK 64 ke kecamatan,” pungkasnya, di pendopo kantor desa Pakis, Senin (21/11/2022). (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakTahun Depan Desa Sukorambi Fokus Pembangunan Taman Desa
Artikulli tjetërPMR Jember Rebut 31 Tropi Lomba PMR Se Jawa

Tinggalkan Balasan