Adies Kadir: Suksesnya New Normal Ditentukan Oleh Kesadaran Kita Betapa Berharganya Kesehatan

81
DPR RI
Adies Kadir, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai Golkar.

JAKARTA (Kabarjawatimur.com)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir mengatakan, peran Polri dalam pelaksanaan new normal tidak lebih dari upaya menjaga keamanan sekaligus mengawasi dan mendorong semua pihak untuk disiplin dalam penerapan protokol kesehatan pelaksanaan new normal.

“Polri dibutuhkan untuk memastikan aturan yang dibuat pemerintah berjalan dengan maksimal. Jangan sampai penegakan keadilan menjadi permasalahan di masa kita sedang menjalani tahapan normal baru,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, Jumat (5/6/2020).

Dalam webinar bertajuk ‘Pesiapan Dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru’, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui aplikasi zoom itu dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang dihadiri Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dan Dirjen IKP Kominfo Widodo Muktiyo.

Menurut Adies Kadir, dalam penindakan pelanggaran protokol kesehatan, Polri diyakini akan mengedepankan pendekatan persuasif.

Baca Juga  Curi Motor Ajak Pacar DiMassa, Cowok Wanita Muda ini Bonyok

“Suksesnya program new normal bukan karena banyaknya aparat yang berjaga, bukan pula karena banyaknya aturan yang ada. Akan tetapi karena kita semua sadar betapa berharganya kesehatan kita,” sambung politisi dari Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo ini.

Adies Kadir juga menambahkan, di era keterbukaan informasi, masyarakat dapat melihat secara terbuka pelaksanaan disiplin oleh TNI-Polri sehingga dapat turut mengontrol agar tetap dalam koridor persuasif dan profesional.

Loading...

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. Pelibatan TNI dalam penerapan kebijakan tatanan normal baru (new normal) tidak berarti bahwa supremasi sipil tergantikan oleh militer. Puncak kepemimpinan penerapan kebijakan tatanan normal baru, tetap berada di tangan pemerintah sipil.

Menurut Meutya, posisi TNI dalam hal penerapan tatanan normal baru hanyalah membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan Polri dalam menegakkan disiplin kepatuhan terhadap protokol kesehatan di masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Peringkat Naik, Jember Menjadi Kabupaten Layak Anak Peringkat Nindya 2022

“Pelibatan TNI dalam new normal harus dilihat secara menyeluruh dalam upaya penanganan wabah Covid-19,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Sedangkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Widodo Muktiyo mengatakan, pengemasan pesan komunikasi publik menjadi tantangan untuk meyakinkan masyarakat. Beberapa kata kunci dalam komunikasi publik yang digunakan pemerintah antara lain disiplin, gotong royong, optimis, dan positif.

“Disiplin menjadi kata kunci dan memang masyarakat kita ini betul-betul diuji disiplin diri dalam situasi Covid-19 ini,” tuturnya.

Pandemi Covid-19 menurutnya, dengan sendirinya menyatukan masyarakat dalam dunia virtual, wilayah komunikasi publik yang memperlihatkan semangat gotong-royong. (*)

Reporter: */Boy
Editor : Okin Dzulhilmy

Loading...
Artikulli paraprakPolisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak di Banyuwangi
Artikulli tjetërParfi Jatim Peduli Seniman Surabaya Terdampak Covid-19

Tinggalkan Balasan