Adam Rusydi: Pemprov segera Beri Solusi Kemacetan Tol Suramadu Akibat Test Swab Antigen, Termasuk Meminta Polres dan Polrestabes untuk Koordinasi Cegah Penumpukan Kendaraan

DPRD Jawa Timur
Adam Rusydi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai Golkar.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Pemeriksaan test swab antigen akibat lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Bangkalan, mengakibatkan kemacetan luar biasa antrean panjang kendaraan menuju tol Suramadu sisi Madura yang akan masuk Surabaya, Minggu (6/6). Antrean yang diperkirakan sepanjang 5 KM itu harus membuat pengendara lainnya memilik memutar balik arah.

Mendapati kejadian yang terjadi hari ini, Adam Rusydi, anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim meminta pemprov sesegera mungkin turun tangan mengatasi lonjakan kasus covid di Madura dengan kebijakan khusus agar tak terjadi kemacetan luar biasa.

“Ini sama saja menyusahkan warga Bangkalan dan Surabaya. Bagaimana ini jika terjadi pada hari-hari aktif kerja. Berapa jam orang harus mengantre sedemikian panjang untuk melakukan swab hanya untuk syarat keluar dari Bangkalan,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemrov Jatim harus segera membantu Pemkab Bangkalan agar tidak terjadi seperti saat ini. Jika pemkab kewalahan dalam menangani ini, pemprov bisa mem-back up Pemkab Bangkalan.

“Karena warga Bangkalan juga warga Jawa Timur. Dan ini bukan hanya gawe Pemkab Bangkalan dalam menangani covid, tapi juga tanggungjawab pemprov. Semisal, pemerintah mengeluarkan kebijakan WFH (work from home) bagi warga Bangkalan yang kerja di Surabaya atau sebaliknya,” sahutnya.

Menurutnya, minimal ada kebijakan bagi warga Bangkalan jika ingin berpergian harus diberikan kemudahan untuk menjalani swab antigen terlebih dahulu tanpa harus mengantre di pintu masuk jembatan Suramadu. Dan bila swab antigen terlalu mahal bisa dicarikan solusi menggunakan G-nose atau tes dengan menggunakan air ludah.

Loading...

“Saya pribadi salut dengan Walikota Eri Cahyadi yang sigap dalam mencegah penyebaran covid dengan varian baru. Kalau seperti ini, kasihan warga Surabaya yang bekerja di Madura atau sebaliknya jika harus mengantre sedemikian panjangnya,” jlentrehnya.

Diakui olehnya, dari sisi Surabaya bagi warga yang akan masuk ke Madura lebih aman dibandingkan warga Madura yang akan masuk Surabaya.

“Memang ini langkah baik yang dilakukan Pemkot Surabaya, dan saya mengapresiasi itu. Ini juga bisa dilakukan di Bangkalan dengan di back up Pemprov Jatim jika pemkab kesulitan,” beber Adam.

Untuk itu, Adam meminta pemprov mempertimbangkan atau ada kebijakan khusus yang sesegera mungkin untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam melakukan tracing kepada warganya. Jika hal itu sesegera mungkin ditindaklanjuti, tidak akan ada kemacetan seperti saat ini.

“Bila perlu besok, pemprov sudah harus action dengan apa yang telah terjadi hari ini,” pungkas mantan staf ahli Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir ini.

Terakhir, Adam juga meminta kepada Polres Bangkalan dan Polrestabes Surabaya untuk berkoordinasi agar jangan sampai ada penumpukan volume kendaraan di Jembatan Suramadu. Sebab, dengan padatnya volume kendaraan yang terjadi hari ini akan bisa berpotensi ambruk. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaCek Penanganan Covid 19 di Kudus, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB Perintahkan Ini
Berita berikutnyaPelaku Pencuri Motor Dibekuk, Ngakunya Barang Dijual ke Sebrang

Tinggalkan Balasan