DPD Partai Golkar Jawa Timur
Adam Rusydi, anggota Komisi E DPRD Jatim Fraksi Golkar.

 

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Adam Rusydi memberi nilai minus terhadap OPD Pemprov Jatim yang belum konsisten dalam menerapkan visi misi Gubernur yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya dalam APBD 2020 maupun PAPBD saat ini. Menurutnya, sembilan janji kerja untuk berbakti ke Jatim agar mulia yang dirancang dan menjadi acuan Khofifah-Emil untuk memimpin dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim di bidang, ekonomi, industri, pendidikan, budaya, pariwisata, tenaga kerja dan agama, belum semua terealisasi.

“Yang terjadi, selama pembahasan anggaran baik untuk PABD maupun APBD sama sekali tidak melihat bahwa OPD ini dengan terang benderang bisa menjabarkan visi misi gubernur.

Pertanyaannya, ini OPD nya yang gak bisa kerja dengan acuan Nawa Bhakti Satya itu, atau Gubernur Khofifah yang terlalu tinggi meletakkan cita cita,” ujar Adam, Selasa (1/9/2020).

Dari sekian OPD yang ada, hanya segelintir OPD yang dinilai mampu membaca dan menterjemahkan Nawa Bhakti Satya.

“Sebagian besar gagal paham. Saya melihat kok sepertinya ada birokrasi dalam birokrasi. Ada yang sengaja diam, atau pura pura diam. Bisa juga pura pura gak paham dengan apa maunya Gubernur,” sambung politisi muda Golkar asal Dapil Sidoarjo ini.

Ia mencontohkan di point Jatim cerdas dan Sehat Program yang ada dalam poin ini adalah Tis-Tas (Gratis dan Berkualitas) dengan memperluas cakupan bantuan siswa miskin, bantuan biaya sekolah, dana insentif operasional akreditasi, tunjangan kinerja bagi guru tidak tetap. Sama sekali tidak terlihat diimlementasikan dengan tetap melakukan pengeprasan dana BPOPP (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan) sebesar 50 % selama 6 bulan.

Baca Juga  Taruna Satlat KJK 2021 Lanjutkan Pelayaran Etape-6 Menuju Nunukan

Padahal dana ini sangat membantu sekolah meringankan beban pembiyaan operasional pendidikan di sekolah dimasa pandemi ini.

Loading...

“Kita paham ada dana yang akan digunakan untuk refocusing untuk memulihkan kondisi akibat pandemi. Tapi jangan main kepras gitu dong. Pengeprasan dana BPOPP ini akan makin memberatkan orang tua. Karena kalau dipotong kayak gini, trus empat bulan ke depan sekolah harus nyari dana ke mana ? Mau tidak mau pasti akan ada pungutan pungutan dari sekolah, baik negri maupun swasta,” jelasnya.

Padahal kata Adam saat pengeprasan anggaran BPOPP ini, sekolah SMA/SMK baik negeri maupun swasta tidak diperkenankan untuk meminta pungutan pada siswa maupun wali murid dalam bentuk dan nama apapun. Yang berhak meminta hanya atas nama komite wali murid dan itupun sifatnya adalah sukarela.

“Maka jika mengacu pada Jatim cerdas ini, Pemprov Jatim harus berpikir agar pengeprasan BOPP dihentikan, dan dikembalikkan seperti semula. Untuk kekurangan refocusing ya harus cari cara yang lain. Jangan malah memotong anggaran yang yang sifatnya dirasakan langsung masyarakat,” kata Adam lagi.

Baca Juga  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 20 September 2021

Saat ini anggaran BPOPP untuk sekolah SMA/SMK di Jatim telah dikepras sebanyak 50 persen dalam rangka refocusing anggaran untuk penanggulangan covid-19 di Jawa Timur, mulai Juli hingga Desember mendatang.

Pengurangan anggaran BPOPP tersebut cukup dirasakan oleh sekolah, sehingga banyak yang meminta agar pengurangan tersebut dihentikan dan dikembalikan seperti semula.

Bendahara fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini juga mempertanyakan program Jatim Kerja, atau program Jatim Go. Program yang berfokus pada penyediaan pelatihan kerja serta pengembangan pendidikan vokasi yang akan menarik minat banyak anak muda dengan Rincian, Dream Team Science Techno Park (STP) dengan sasaran 5-10 anak SMK dan 2-4 anak D3/S1 dan membentuk STP bagi kelompok rintisan usaha di berbagai daerah.

“Gagal paham ini kami lihat juga terjadi di point Jatim Kerja, gimana gak gagal paham. Anggaran untuk BLK dikepras akibatnya banyak BLK BLK yang tidak berfungsi dengan baik. Yang artinya Jatim Kerja ini tidak terelaborasi dengan benar,” pungkasnya. (*)

Reporter: */Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaBalai Pemasyarakatan Apresiasi Layanan Eazy Passport Kanim Surabaya
Berita berikutnyaSakit Pak! Kaki Dua Curanmor Ditembak Polisi

Tinggalkan Balasan