Adakan Aborsi Ilegal, Sales Obat dan Apoteker Dibekuk Polda Jatim

114

SURABAYA, (Kabarjatim.id)-
Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkat tindak pidana aborsi yang dilakukan oleh sales obat kesehatan di wilayah Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, pelaku ini telah melancarkan aksi tersebut mulai tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.

Pelaku aborsi yang diamankan petugas Polda

Pelakunya Aborsi itu yakni, Laksmita Wahyuning Putri (28) warga Jalan Maspati 5 Surabaya,

Dalam menjalankan praktek aborsi itu, Laksmita dibantu
Fauziah Triarini (32), selaku supplier obat apoteker Jalan Tawangsari Barat Taman, Vivi Nurmalasari (28), selaku supplier obat asal Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.

M. Busro (34) selaku penyuplai obat, warga Jalan Tambak Pring Timur, Surabaya, sementara TS (30) Perempuan Kec. Nguter Kab. Sukoharjo, dan 11 wanita lainnya diketahui menggugurkan kandungan ke Laksmita.

Ketika mendatangi untuk janjian dengan Laksmita, TS dibantu oleh Retno Mukti.(26) warga Jalan Pulo Tegaisari 7 Surabaya,

Sementara peran Muhammad Syaiful Arif (32) yakni selaku pemberi penyuplai dana (32) warga Jalan Bulak Setro 3 Surabaya,

Dalam pengakuannya, pelaku Laksmita ini mengaku sudah melakukan aborsi di puluhan tempat di Surabaya, Sidoarjo hingga ke Banyuwangi.

Wadir Krimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara mengatakan,
Tersangka LWP (Laksmita) telah melakukan praktik aborsi tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang dan telah bertindak dengan melawan hukum sebagai seseorang yang bukan tenaga kesehatan telah melakukan praktik seolah-olah sebagai tenaga kesehatan yang telah memiliki izin.

Baca Juga  Jatanras Datangi Rumah Korban Gigitan Anjing Milik Tetangga yang Diduga Juga Mengancam

Dalam melaksanakan praktik aborsi tersebut, tersangka LWP dibantu oleh tersangka lainya baik penyedia obar atau perantara.

Loading...

“Sarana yang digunakan oleh tersangka LWP untuk melakukan aborsi yaitu obat Chromalux Misoprostol tablet 200 Mcg, Cytotec Misoprostol tablet 200 µg, dan Invitec Misoprostol tablet 200 Mcg,” sebut Arman, Selasa (25/6/2019).

Lanjut Arman Asmara, setelah mendapat informasi dari warga,
di awal Maret 2019 Petugas Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim langsung melakukan penyelidikan sebelumnya.

Selanjutnya pada Senin, 8 April 2019 sekitar pukul 15.30 WIB petugas melakukan kegiatan undercover untuk mengungkap praktik aborsi tersebut dan akhirnya melakukan penggeledahan di kamar 1120 Hotel Great Diponegoro alamat Jl. Raya Diponegoro No. 215 Surabaya.

Ditempat itu, ditemukan adanya kegiatan praktik tanpa izin seolah-olah sebagai tenaga kesehatan beserta barang buktinya yang dilakukan oleh tersangka LWP, dan terhadap tersangka LWP tersebut dilakukan penangkapan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap LWP beserta alat bukti yang sudah didapat, kemudian petugas Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka lainnya yaitu tersangka MSA dan tersangka RMS yang telah membantu tersangka TS yang menggugurkan kandungannya dengan bantuan tersangka LWP.

Baca Juga  Bebas Tiga Bulan Lagi Terjerat Kasus Terorisme, Umar Patek Tetap Komitmen Bantu Lapas

Dari hasil penangkapan tersangka TS tersebut, selanjutnya petugas Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim mengembangkan kasus tersebut untuk mengetahui jalur peredaran obat keras yang digunakan sebagai obat aborsi.

“Dari pengembangan, petugas berhasil menangkap tersangka MB, tersangka VN dan tersangka FTA yang berperan menyuplai obat keras (Chromalux Misoprostol tablet 200 mcg) yang digunakan oleh tersangka LWP melakukan praktik aborsi,” tambah Arman Asmara.

Disamping pelakunya, Polisi juga mengamankan puluhan obat serta bukti pendukung lainnya. Pasal yang disangkakan yakni
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan,
Pasal 83, Pasal 64 dan akan dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 194 dan dalam Pasal 75 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 1 Miliar. (Eko)

Teks foto : Pelaku aborsi yang ditangkap Polda Jatim.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakAnggaran APBD Pacitan Untuk Pilkades Serentak Tidak Sama
Artikulli tjetërHasil Otopsi Kerangka di Perkebunan PTPN 12, Polisi: Korban Meninggal Dunia Hingga Diterkam Binatang Buas

Tinggalkan Balasan